Kategori Berita
Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 11:34 WIB

Proses Pencarian Korban Runtuhnya Mushala di Sidoarjo Berlanjut

Proses Pencarian Korban Runtuhnya Mushala di Sidoarjo BerlanjutProses Pencarian Korban Runtuhnya Mushala di Sidoarjo Berlanjut

Pada hari kedua proses pencarian, total 102 korban telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, sementara 38 santri masih terjebak hingga kini.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Kantor SAR Kelas A Surabaya mengonfirmasi bahwa tiga orang telah ditemukan meninggal dunia, sementara tim evakuasi terus berupaya menjangkau korban yang masih tertimbun.

Detail Tragedi Runtuhnya Mushala

Runtuhnya mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny terjadi pada Senin, 29 September 2025, saat para santri sedang melaksanakan shalat ashar.

Bangunan yang berfungsi sebagai mushala tersebut didesain dengan tiga lantai dan ambruk pada pukul 15.00 WIB, menimpa para santri yang berada di dalamnya.

Sesuai laporan dari pihak Kantor SAR Kelas A Surabaya, proses evakuasi yang dilakukan telah menghasilkan 102 orang korban yang berhasil dievakuasi, terdiri dari 11 orang yang dievakuasi oleh petugas dan sisanya secara mandiri.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Korban Meninggal dan Upaya Pencarian

Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal, yaitu Maulana Ibrahim (15) dari Bangkalan, Mashudul Haq (14) asal Surabaya, dan Muhammad Sholeh (22) dari Bangka Belitung.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan keyakinannya bahwa masih ada santri yang terjebak di dalam reruntuhan dan dapat diselamatkan. 'Kami meyakini bahwa masih ada yang bisa selamat dan yang terakhir ini justru kami masih bisa berkomunikasi,' ujarnya.

Saat ini, sebanyak 38 santri diperkirakan masih terjebak di bawah puing-puing bangunan, dan upaya pencarian terus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi untuk menghindari risiko runtuh susulan.

Langkah-langkah dan Dukungan dari Pihak Berwenang

Proses pencarian dilakukan dengan seksama, termasuk sterilisasi area sekitar lokasi. Petugas SAR mengatur jarak hingga 50 meter dari gerbang depan asrama putra untuk menjaga konsentrasi selama meloncatnya proses pencarian.

Nanang Sigit menjelaskan bahwa kondisi bangunan yang runtuh terdiri dari beton melintang yang membuat akses penyelamatan menjadi sulit. 'Karena posisinya beton-beton itu lintang menutupi para korban, sehingga kami harus memberikan akses dengan memberikan lubang atau memotong bagian-bagian dari struktur bangunan tersebut,' terangnya.

Pada Selasa sore, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto meninjau lokasi dan menyatakan bahwa pihaknya telah melibatkan pakar konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk membantu upaya pencarian.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Proses Pencarian Korban Runtuhnya Mushala di Sidoarjo Berlanjut

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!