Kepala Badan Gizi Nasional Klarifikasi Isu Keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa isu keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut sebagai sabotase adalah tidak benar.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Ia menambahkan bahwa penyebab utama keracunan ini berkaitan dengan kelalaian dalam mengikuti prosedur operasional standar.
Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus keracunan yang terjadi dalam program MBG berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi.
Menurut Dadan, "Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi, karena SDM masih membutuhkan jam terbang." Keterangan ini menegaskan pentingnya pelatihan lebih lanjut bagi tenaga yang bekerja di dapur tersebut.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Berdasarkan data yang dihimpun, telah tercatat setidaknya 5.626 siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG di berbagai daerah antara Januari hingga September 2025.
Kasus terbaru yang menjadi perhatian terjadi di Bandung Barat, di mana sekitar 1.258 siswa mengalami keracunan, dengan gejala utama berupa pusing dan mual.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengumumkan bahwa status kejadian luar biasa (KLB) telah ditetapkan terkait insiden ini, dan 85 dapur MBG di Cipongkor ditutup karena belum memiliki sertifikat kelayakan.
Selain itu, Dadan juga menunjukkan bahwa faktor lain yang dapat memicu keracunan adalah kualitas bahan baku dan kondisi air yang digunakan dalam proses memasak.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: