Kategori Berita
Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 18:03 WIB

Urban Farming di Indonesia: Solusi Pangan Berkelanjutan di Kawasan Perkotaan

Urban Farming di Indonesia: Solusi Pangan Berkelanjutan di Kawasan PerkotaanUrban Farming di Indonesia: Solusi Pangan Berkelanjutan di Kawasan Perkotaan

Urban farming atau pertanian perkotaan semakin mendapatkan perhatian di Indonesia sebagai alternatif dalam solusi pangan yang berkelanjutan. Model pertanian ini memungkinkan individu untuk menanam sayuran dan tanaman hias di dalam lingkungan rumah mereka.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi makanan sehat dan lokal, urban farming berperan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus menyajikan hiburan yang mendidik bagi keluarga.

Definisi dan Manfaat Urban Farming

Urban farming adalah praktik menanam tanaman di kawasan perkotaan, baik di dalam ruangan maupun di pekarangan rumah. Aktivitas ini dapat dilakukan melalui pot, bedengan, atau sistem hidroponik.

Salah satu manfaat utama urban farming adalah penyediaan makanan segar yang bebas dari pestisida dan bahan kimia. Individu yang terlibat dalam kegiatan ini bisa mendapatkan sayuran yang lebih sehat sambil mengurangi biaya belanja bulanan.

Selain itu, urban farming turut memberikan manfaat bagi lingkungan, seperti mengurangi jejak karbon, meningkatkan kualitas udara, dan memperbaiki keanekaragaman hayati di daerah perkotaan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Teknik dan Cara Melakukan Urban Farming

Berbagai teknik dapat diterapkan dalam urban farming, antara lain kebun vertikal, hidroponik, dan aquaponik. Masing-masing teknik ini memiliki kelebihan dan tantangan yang berbeda, serta memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang bervariasi.

Kebun vertikal mengoptimalkan penggunaan ruang dengan menanam beberapa lapisan tanaman, cocok untuk lahan sempit di perkotaan. Dengan cara ini, setiap inci ruang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Di sisi lain, hidroponik adalah metode menanam tanpa tanah menggunakan larutan nutrisi, yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman dan mengurangi risiko infeksi hama serta penyakit.

Peran Komunitas dan Pemerintah dalam Urban Farming

Komunitas memegang peranan penting dalam pengembangan urban farming. Banyak kelompok masyarakat lokal yang mengorganisir pelatihan dan workshop untuk meningkatkan pengetahuan teknik bercocok tanam.

"Dengan saling berbagi pengetahuan, kita bisa mengatasi tantangan yang ada dan memperkuat rasa kebersamaan," ungkap salah satu anggota komunitas urban farming di Jakarta.

Tak hanya komunitas, dukungan pemerintah juga krusial. Beberapa pemerintah daerah telah meluncurkan program untuk mendukung urban farming dengan penyediaan lahan, bantuan finansial, dan regulasi yang mendukung kegiatan tersebut.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Urban Farming di Indonesia: Solusi Pangan Berkelanjutan di Kawasan Perkotaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!