Ilustrasi Mati Lampu (Freepik)
KAMI INDONESIA – Pada tanggal 2 Mei 2025, seluruh wilayah Bali mengalami pemadaman listrik massal yang berlangsung sejak pukul 16.00 WITA. Insiden ini telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, termasuk layanan penting yang bergantung pada kelistrikan.
Pemadaman listrik yang berlangsung hingga lebih dari delapan jam ini mengakibatkan 79 persen pelanggan PLN mulai memperoleh kembali pasokan listrik hingga pukul 24.00 WITA. Proses pemulihan sistem kelistrikan menjadi prioritas utama PLN sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan normal.
Meskipun pemadaman listrik mengganggu sejumlah aspek kehidupan, RSUD Buleleng berhasil melaksanakan operasi mendesak tanpa kendala. Rumah sakit tersebut dilengkapi dengan unit penyimpanan daya darurat seperti UPS dan genset.
Keberadaan genset memastikan bahwa semua peralatan medis tetap berfungsi selama pemadaman, menunjukkan bahwa infrastruktur vital seperti rumah sakit memiliki sistem cadangan untuk menghadapi situasi darurat ini.
Sisi operasional, Pertamina juga memastikan bahwa semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap berfungsi normal berkat dukungan genset cadangan. Koordinasi dari tim Pertamina secara intensif memperlihatkan komitmen untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat meskipun dalam situasi darurat.
PLN UID Bali saat ini masih melakukan investigasi untuk menentukan penyebab utama pemadaman listrik ini. Indikasi awal menyebutkan adanya gangguan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang Unit 2 yang berdampak pada pasokan listrik ke seluruh Bali.
Investigasi ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang serta meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Bali.
PLN menyatakan komitmennya untuk memulihkan kelistrikan dengan melibatkan ratusan personel dan peralatan yang cukup lengkap. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada fasilitas yang dianggap vital untuk kepentingan masyarakat.
Pihak PLN berharap seluruh pasokan listrik dapat pulih dengan cepat, guna memastikan layanan dasar dan kegiatan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Insiden pemadaman listrik ini menyoroti pentingnya kemampuan infrastruktur energi dalam menghadapi gangguan. Ketahanan sistem kelistrikan menjadi tantangan yang perlu diperhatikan oleh penyedia jasa listrik guna memastikan keberlangsungan operasional di berbagai sektor.
Kesiapan sistem cadangan seperti genset, ditunjukkan oleh RSUD dan SPBU, menjadi salah satu strategi untuk mengurangi dampak dari pemadaman dan menjamin keselamatan serta layanan yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: