Kategori Berita
Selasa, 06 MEI 2025 • 19:28 WIB

Dedi Mulyadi Juga Berniat Kirim Orang Dewasa Bermasalah ke Barak Militer

Dedi Mulyadi Juga Berniat Kirim Orang Dewasa Bermasalah ke Barak MiliterGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Istimewa)

KAMI INDONESIA – Dedi Mulyadi, sebagai Gubernur Jawa Barat, dikenal sebagai sosok yang berani mengambil langkah-langkah inovatif dalam menangani masalah sosial.

Salah satu inisiatif terkininya adalah program pengiriman individu bermasalah, baik anak-anak maupun orang dewasa, ke barak militer untuk pendidikan kedisiplinan.

Kebijakan ini muncul sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah perilaku sosial yang dianggap mengganggu, seperti ketidakstabilan mental dan kekerasan.

Sindrom kekerasan yang melanda masyarakat sering kali menghasilkan dampak negatif yang lebih luas. Program yang diusulkan Dedi Mulyadi bertujuan untuk mengubah perilaku tersebut dengan pendekatan disiplin ala militer.

Namun, kebijakan ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak yang menyuarakan kepentingan perlindungan anak dan hak asasi manusia.

Rencana Dedi untuk mengirimkan tidak hanya anak bermasalah, tetapi juga orang dewasa yang dianggap berperilaku tidak pantas, telah menimbulkan keprihatinan di kalangan aktivis dan organisasi perlindungan anak.

Dedi mencatat bahwa banyak tindakan seperti meninggalkan keluarga dan kecanduan alkohol tidak dapat dijerat secara pidana, sehingga memerlukan intervensi alternatif untuk mendisiplinkan individu tersebut.

Dalam penjelasannya, Dedi menegaskan bahwa individu-individu ini akan dibariskan untuk menjalani pelatihan di lingkungan militer, di mana mereka tidak hanya akan dikenakan disiplin, tetapi juga diajarkan keterampilan seperti pertanian dan perikanan.

Ini dimaksudkan untuk memberikan mereka kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa depan. Namun, pendekatan ini dipertanyakan, apakah disiplin militer sesuai untuk mengatasi masalah sosial yang lebih kompleks.

Tanggapan Masyarakat dan Ahli

Keputusan Dedi Mulyadi ini mendapatkan kritik keras dari Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (Aliansi PKTA), yang menyatakan bahwa pendidikan disiplin ala militer untuk anak tidak sesuai dengan pandangan perlindungan anak.

Mereka berpendapat bahwa metoda ini tidak hanya melanggar hak-hak anak tetapi juga menggambarkan pendekatan yang berpotensi menimbulkan stigma negatif.

Sejumlah anggota legislatif dan pakar juga mengeluarkan pendapat bahwa masalah sosial pada individu dewasa tidak dapat diselesaikan melalui metode militeristik.

Sudut pandang ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam menangani masalah sosial, termasuk aspek psikologis dan sosial yang lebih dalam, daripada sekadar memberikan pendidikan disiplin.

Realitas di Lapangan

Meskipun banyak kritik yang diarahkan kepada program ini, Dedi Mulyadi tetap berkomitmen untuk melanjutkan rencananya. Kurangnya solusi praktis untuk menangani perilaku bermasalah di masyarakat menjadi tantangan nyata yang mungkin melihat pemerintah lokal berdiri di tempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dedi Mulyadi Juga Berniat Kirim Orang Dewasa Bermasalah ke Barak Militer

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!