Aplikasi World yang Merekam Bola Mata. (Foto: Istimewa)
KAMI INDONESIA – Di tengah kesulitan ekonomi yang semakin nyata, banyak warga di Indonesia, khususnya di Bekasi, terpaksa mencari cara baru untuk bertahan hidup.
Pandemi dan inflasi yang berkepanjangan telah memperburuk situasi, membuat banyak orang berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam konteks ini, fenomena yang muncul adalah penjualan data biometrik, khususnya data retina mata, kepada pihak ketiga yang menawarkan imbalan uang.
Sebuah laporan menyebutkan bahwa sejumlah warga di Bekasi mulai menjual data retina mata mereka kepada WorldID, sebuah platform yang dikabarkan menyediakan imbalan sebesar Rp 265.000.
Tindakan ini tentunya bukanlah hal yang sepele, namun dipandang sebagai jalan keluar yang menggoda oleh mereka yang terdesak secara finansial.
Kenaikan biaya hidup dan terbatasnya lapangan pekerjaan seringkali memaksa individu untuk mencari sumber pendapatan alternatif. Termasuk di dalamnya adalah penjualan data biometrik yang dinilai sebagai ‘komoditas’ baru di era digital ini.
Warga yang terlibat mengaku termotivasi oleh kebutuhan mendesak akan uang, tanpa memikirkan akibat jangka panjang dari tindakan mereka.
Pemasaran data pribadi seperti data retina ini menunjukkan sebuah pergeseran signifikan dalam bagaimana teknologi dan ekonomi modern berinteraksi.
Dengan semakin berkembangnya teknologi blockchain dan aplikasi desentralisasi, praktik ini menjadi lebih umum dan aksesibel bagi orang-orang yang memiliki kesulitan ekonomi.
Data retina, yang merupakan peta unik dari kapiler di mata manusia, digunakan untuk identifikasi biometrik. Meskipun data ini dapat membantu meningkatkan keamanan sistem digital, penggunaannya juga sangat kontroversial dan menimbulkan pertanyaan etis.
Ketika individu menjual data ini, mereka sebenarnya memberikan akses permanen kepada pihak lain terhadap identitas mereka.
Risiko dari penjualan data retina tidak hanya berada pada keamanan identitas, tetapi juga mencakup kemungkinan penyalahgunaan data untuk keperluan ilegal atau merugikan.
Selain itu, ada pula dampak psikologis bagi individu yang terlibat, di mana mereka mungkin merasa terjebak dalam siklus ekonomi yang merugikan.
WorldID adalah platform yang memanfaatkan data biometrik untuk tujuan verifikasi identitas. Konsep dasar dari WorldID adalah menciptakan identitas digital yang aman dan dapat diakses di mana saja tanpa perlu khawatir tentang penipuan identitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: