KAMI INDONESIA – Anemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan rendahnya jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam darah, yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Pada ibu hamil, anemia dapat terjadi akibat defisiensi unsur besi, folat, atau vitamin B12, serta kondisi lainnya. Ibu hamil yang mengalami anemia cenderung memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk janin.
Anemia selama kehamilan berperan krusial dalam perkembangan saraf otak bayi.
Selama trimester pertama kehamilan, perkembangan otak janin sangat cepat dan membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi yang memadai.
Anemia defisiensi besi yang terjadi pada masa awal kehamilan dapat memberikan dampak negatif yang lebih signifikan dibandingkan dengan anemia yang terjadi kemudian.
Sejumlah faktor dapat mempengaruhi terjadinya anemia pada ibu hamil, termasuk pola makan yang kurang baik dan akses yang terbatas terhadap layanan kesehatan.
Ketidakcukupan asupan makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging, sayuran hijau, dan biji-bijian, dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.
Penting bagi ibu hamil untuk mendapatkan edukasi mengenai gizi seimbang dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi anemia lebih awal.
Anemia yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan kognitif dan neurologis pada bayi.
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dari ibu yang mengalami anemia selama kehamilan berisiko lebih tinggi mengalami keterlambatan perkembangan, gangguan belajar, hingga gangguan perhatian di kemudian hari.
Oleh karena itu, kesehatan ibu selama kehamilan sangat berdampak pada kualitas hidup bayi di masa depan.
Pencegahan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan melalui asupan tambahan zat besi dan suplemen vitamin sesuai dengan rekomendasi dokter.
Konsumsi makanan yang kaya zat besi, termasuk makanan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, juga dianjurkan.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin selama kehamilan sangat penting untuk mendeteksi dan menangani anemia lebih awal, agar dampak negatifnya bisa diminimalisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: