Ilustrasi Diabetes. (Foto: Istimewa)
KAMI INDONESIA – Diabetes melitus pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin mendapatkan perhatian serius di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya berisiko mengganggu kehidupan sehari-hari anak-anak, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk mengenali gejala diabetes serta langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Diabetes pada anak umumnya dibedakan menjadi dua tipe utama yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan kondisi autoimun di mana tubuh tidak mampu memproduksi insulin, sedangkan diabetes tipe 2 biasanya terkait dengan faktor gaya hidup dan ketidakmampuan tubuh dalam menggunakan insulin secara efektif. Selain itu, baru-baru ini juga diakui adanya diabetes tipe 5, yang sering kali terdeteksi keliru sebagai diabetes tipe 2. Masing-masing tipe memiliki karakteristik dan gejala yang berbeda yang perlu dipahami oleh orang tua.
Gejala diabetes pada anak sering kali muncul secara perlahan dan bisa sulit dikenali. Beberapa gejala yang umum termasuk sering merasa haus, sering buang air kecil, penurunan berat badan yang signifikan meskipun nafsu makan tinggi, serta kelelahan yang tidak wajar. Selain itu, anak juga dapat menunjukkan tanda-tanda seperti luka yang sulit sembuh, pandangan kabur, dan kesemutan. Deteksi dini gejala ini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang mungkin timbul jika diabetes tidak diobati.
Deteksi dini diabetes pada anak menjadi salah satu kunci untuk menghindari komplikasi serius. Menurut data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), banyak kasus diabetes tipe 1 yang tidak terdiagnosis pada anak-anak. Oleh karena itu, IDAI menyerukan perlunya melakukan skrining lebih luas, terutama di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas. Skrining rutin dapat membantu mendeteksi gejala diabetes pada fase awal, sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
Penanganan diabetes pada anak melibatkan perubahan gaya hidup, pengawasan ketat terhadap asupan makanan, dan penggunaan insulin jika diperlukan. Orang tua diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan makan sehat serta aktivitas fisik yang cukup. Penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna memantau kondisi anak dan memastikan bahwa diabetes dikelola dengan baik. Selain itu, pendidikan tentang diabetes untuk anak juga penting agar mereka memahami kondisinya dan cara menjaga kesehatan mereka.
Diabetes pada anak adalah masalah kesehatan yang serius dan memerlukan perhatian lebih dari orang tua dan masyarakat. Dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan skrining secara rutin, dan menerapkan gaya hidup sehat, anak-anak dapat menjalani hidup yang aktif dan produktif. Pendidikan dan dukungan orang tua sangat penting dalam mencegah perkembangan diabetes dan komplikasinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: