Kategori Berita
Minggu, 18 MEI 2025 • 09:52 WIB

Hilang 22 Hari, Pendaki Asal Bogor Ditemukan Tewas di Gunung Binaiya

Hilang 22 Hari, Pendaki Asal Bogor Ditemukan Tewas di Gunung BinaiyaAlam pegunungan dan sawah (Freepik)

KAMI INDONESIA – Pada tanggal 26 April 2025, seorang pendaki asal Bogor bernama Firdaus Ahmad Fauzi berangkat untuk menaklukkan puncak Gunung Binaiya, yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah.

Selama pendakian, Firdaus terpisah dari rombongannya di jalur Nasapeha, dan menjadi hilang di tengah hutan belantara yang dikenal dengan cuaca ekstrem dan tantangan geologisnya.

Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR dan Balai Taman Nasional Manusela segera dimulai, namun baru setelah dua hari terpisah.

Operasi Pencarian yang Berlangsung Lamanya

Operasi SAR yang dilakukan selama tujuh hari di lokasi-lokasi strategis belum membuahkan hasil, meskipun pencarian diperpanjang setelah ditemukan beberapa jejak dari Firdaus.

Jejak sepatu dan puntung rokok di dekat Kali Yahe memberikan harapan akan ditemukannya Firdaus, namun cuaca buruk dan kondisi hutan yang sulit diakses menghambat upaya penyelamatan.

Meskipun pencarian dilakukan secara intensif, pada akhirnya tim SAR terpaksa menghentikan operasi setelah tujuh hari tidak menemukan tanda-tanda kehadirannya.

Setelah operasi pencarian dihentikan, kritik tajam menuju Balai Taman Nasional Manusela mulai mengemuka dari berbagai kalangan, termasuk komunitas pecinta alam. Mereka mempertanyakan keputusan untuk berhenti berupaya lebih jauh dalam pencarian Firdaus.

Sebagian kalangan berpendapat bahwa akan lebih baik jika pencarian dilanjutkan, terutama mengingat sudah ada jejak yang ditemukan. Desakan untuk transparansi dan program penanganan dalam situasi darurat juga meningkat.

Kasus ini telah memicu diskusi tentang tanggung jawab dan prosedur dalam menangani kehilangan pendaki di kawasan taman nasional.

Penutupan Jalur Pendakian yang Berkelanjutan

Berkaitan dengan hilangnya Firdaus dan kondisi cuaca yang tetap ekstrem, Balai Taman Nasional Manusela memutuskan untuk memperpanjang penutupan jalur pendakian Gunung Binaiya, yang semula hanya dedikasi sementara.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan keselamatan pengunjung yang berpotensi terancam oleh cuaca buruk, termasuk hujan deras dan kabut tebal di area pegunungan.

Pengelola kawasan menekankan pentingnya menjaga keselamatan pendaki daripada mendorong aktivitas wisata di tengah risiko yang ada.

Penemuan Jenazah dan Dampaknya

Setelah menunggu selama 22 hari, tim pencari akhirnya menemukan jenazah Firdaus Ahmad Fauzi di lokasi yang tidak jauh dari jalur pendakian, tepat di mana jejak terakhirnya ditemukan.

Penemuan tersebut menjadi berita duka bagi keluarga dan komunitas pecinta alam, yang merasa kehilangan salah satu anggotanya. Kematian Firdaus mengguncang banyak orang dan menorehkan kesadaran akan risiko berbahaya yang terkait dengan pendakian, membuat banyak pelaku aktivitas outdoor merenungkan keselamatan mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Hilang 22 Hari, Pendaki Asal Bogor Ditemukan Tewas di Gunung Binaiya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!