Kategori Berita
Kamis, 12 JUNI 2025 • 10:27 WIB

Bank Dunia: Proyeksi Ekonomi Negatif di Beberapa Negara pada 2025

KAMI INDONESIA – Bank Dunia dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2025 memperkirakan sejumlah negara akan mengalami kontraksi ekonomi. Laporan ini menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi global terancam berbagai faktor tekanan, termasuk geopolitik dan utang tinggi.

Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill, menyoroti perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam tiga dekade terakhir. Dampak dari faktor-faktor ini akan terasa di berbagai kawasan, termasuk Asia Timur dan Pasifik serta Timur Tengah dan Afrika Utara.

Perlambatan Ekonomi Global

Bank Dunia mengidentifikasi berbagai penyebab perlambatan ekonomi yang melanda negara-negara berkembang. Pertumbuhan di negara berkembang turun dari 6% pada awal 2000-an menjadi kurang dari 4% sekarang.

Indermit Gill menyoroti masalah seperti konflik geopolitik dan perang tarif dagang. Faktor-faktor ini semakin melemahkan laju pertumbuhan perdagangan global yang sekarang kurang dari 3%.

Kawasan Asia Timur dan Pasifik

Bank Dunia mengantisipasi ekonomi Myanmar akan menyusut hingga minus 2,5% pada 2025. Konflik bersenjata dan bencana alam seperti gempa, memperburuk situasi ekonomi di Myanmar.

Juga di kawasan ini, Vanuatu diprediksi mengalami kontraksi 1,8%. Kerentanan terhadap bencana alam menjadi ancaman serius bagi perekonomian negara-negara di kawasan ini.

Perkembangan di Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika

Haiti di Amerika Latin diramal akan mengalami kontraksi sebesar 2,2% pada 2025, dipengaruhi oleh ketidakstabilan politik. Sementara itu, prospek pemulihan pada 2026 didorong oleh kemungkinan peningkatan stabilitas.

Di Timur Tengah, ekonomi Iran, Tepi Barat dan Gaza, serta Yaman diproyeksi menurun pada 2025. Ketidakpastian dan konflik terus mempengaruhi investasi dan pertumbuhan di wilayah ini.

Guinea Khatulistiwa di Sub-Sahara Afrika diperkirakan mengalami penurunan ekonomi terbesar mencapai minus 3,1%. Namun ada harapan perbaikan pada 2026 sebelum kembali terkontraksi pada 2027.

Proyeksi untuk Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi melambat menjadi 4,7% pada 2025. Angka ini lebih rendah dari proyeksi Januari sebelumnya yang sebesar 5,1%.

Bank Dunia memperkirakan Indonesia akan mencapai pertumbuhan 5% pada 2027. Faktor-faktor seperti ketegangan dagang global dan kebijakan pemerintah yang tidak pasti memengaruhi estimasi ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Bank Dunia: Proyeksi Ekonomi Negatif di Beberapa Negara pada 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!