Kategori Berita
Kamis, 10 JULI 2025 • 15:07 WIB

Pemerintah Arab Saudi Rencanakan Penghapusan Kuota Haji

KAMI INDONESIA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa pemerintah Arab Saudi berencana untuk menghapuskan kuota haji bagi para jemaah. Rencana ini disampaikan dalam acara State of the Global Islamic Economy Report di Jakarta pada Selasa (8/7/2025).

Nasaruddin menyatakan bahwa pendekatan Saudi dalam pengelolaan haji kini berfokus pada aspek bisnis dan pengembangan infrastruktur, terutama di kawasan Mina yang selama ini menjadi titik kemacetan bagi para jemaah.

Pendekatan Bisnis dan Perubahan Kuota

Dalam pengarahan yang disampaikan oleh Nasaruddin, ia menyatakan bahwa Arab Saudi kini menerapkan pendekatan bisnis dalam pengelolaan haji. “Saudi Arabia ini sekarang pendekatannya juga sangat apa ya, katakanlah bisnis oriented ya, konsultannya juga adalah konsultan dari orang-orang yang terkenal dari Amerika,” ungkapnya.

Menyusul perubahan ini, Nasaruddin menegaskan bahwa kemungkinan untuk tidak membatasi jumlah jemaah haji pada musim depan cukup besar. “Karena itu juga musim haji yang akan datang itu juga tidak… kemungkinannya, tidak akan dibatasi,” tambahnya.

Guna meningkatkan kapasitas pelaksanaan haji, Nasaruddin menjelaskan bahwa banyak infrastruktur yang akan dibangun untuk mendukung pengalaman jemaah. “Kenapa? Karena fasilitas Arafah-nya tidak ada masalah, tapi yang masalah itu adalah Mina,” jelasnya.

Pengembangan Infrastruktur Haji di Mina

Kawasan Mina menjadi fokus utama dalam pengembangan infrastruktur haji, di mana sering kali terjadi kepadatan yang dapat mengganggu ibadah para jemaah. Nasaruddin menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi merencanakan pembangunan kawasan Mina menjadi lebih modern, “Ada rencana dalam waktu tidak lama, Mina… nanti akan ditingkat menjadi 8 lantai, tidak lagi pakai tenda,” tuturnya.

Lebih lanjut, kawasan sekitar Ka’bah dan Masjidil Haram juga akan diperluas untuk menampung lebih banyak jemaah. Nasaruddin menyebutkan bahwa “Gunung-gunung itu dipangkas kemudian sampai ke Jabal Omar, di belakang itu mungkin ada satu kilo jaraknya antara kabah dengan dinding-dinding pagar Ka’bah.”

Langkah-langkah ini diambil untuk meningkatkan pengalaman jemaah selama pelaksanaan haji. “Kemudian juga, Jamarat (tempat lempar jumrah) itu sudah ditingkat, mungkin nanti ditinggikan sampai 5 lantai,” ungkap Nasaruddin.

Kuota Haji Indonesia dan Masa Depan

Kuota haji untuk Indonesia pada tahun 2024 mencapai angka tertinggi hingga 241 ribu orang, yang terdiri dari 213 ribu jemaah reguler dan 27,6 ribu jemaah khusus. Namun, pada tahun ini, kuota tersebut berkurang menjadi 221 ribu jemaah, terdiri dari 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus.

Menteri Agama optimis bahwa dengan pengembangan infrastruktur ini, daftar tunggu untuk jemaah Indonesia akan dapat diperpendek. “Dengan demikian jemaah haji dan umrah itu akan semakin banyak menampung jemaah pada masa itu,” jelasnya.

Rencana ini merupakan langkah signifikan untuk menjadikan ibadah haji lebih accessible bagi semua umat Muslim di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemerintah Arab Saudi Rencanakan Penghapusan Kuota Haji

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!