KAMI INDONESIA – Jakarta menjadi sorotan setelah bocoran tentang nominasi Ballon d’Or 2025 mengemuka, dengan gelandang Napoli, Scott McTominay, kabarnya akan masuk dalam daftar nominasi tersebut.
Meskipun nominasi untuk penghargaan bergengsi ini belum resmi diumumkan, beberapa jurnalis telah menangkap sinyal kuat mengenai pencalonan McTominay.
Scott McTominay menunjukkan performa yang sangat mengesankan selama musim 2025/2026 bersama Napoli, yang merupakan debutnya di klub tersebut.
Pemain berusia 28 tahun ini berperan penting dalam keberhasilan Napoli meraih Scudetto dan terpilih sebagai pemain terbaik Serie A dengan mencetak 13 gol dan memberikan enam assist dari total 39 pertandingan di semua kompetisi.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa McTominay mampu beradaptasi dengan gaya permainan yang diterapkan oleh pelatih Antonio Conte.
Kedatangan McTominay ke Napoli terjadi setelah klub Italia ini membelinya dari Manchester United dengan harga 30 juta Euro, setara sekitar Rp 569 miliar, pasca ketidakmasukannya dalam rencana manajer Erik ten Hag di United.
Tanda-tanda positif dari pencapaian McTominay di Napoli memberikan harapan bahwa tim ini akan semakin kuat di musim depan.
Dengan kehadiran Kevin De Bruyne, Napoli diharapkan akan menjadi salah satu tim yang harus diperhitungkan baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Kemampuan McTominay untuk tampil baik di liga Italia menjadikannya sosok yang menarik untuk diikuti.
Perhatian saat ini tertuju pada seberapa jauh pencapaian yang dapat diraihnya dalam kariernya bersama klub barunya.
Ajang Ballon d’Or 2025 dijadwalkan berlangsung pada 22 September mendatang, dan banyak yang menunggu rilis resmi dari nominasi yang akan menambah daya tarik acara ini.
Meskipun bocoran tentang McTominay mulai beredar, hanya waktu yang akan membuktikan apakah ia bisa meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Jika terpilih, ini akan menjadi pencapaian signifikan bagi McTominay dalam karier sepak bolanya.
Dengan performa gemilang yang ditunjukkannya, McTominay berpotensi untuk mengukir prestasi lebih tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: