Kategori Berita
Senin, 08 DESEMBER 2025 • 13:45 WIB

Fenomena Ngidam Makanan Manis dan Aspek Psikologisnya

Fenomena Ngidam Makanan Manis dan Aspek PsikologisnyaFenomena Ngidam Makanan Manis dan Aspek Psikologisnya

Fenomena ngidam makanan manis adalah pengalaman umum yang dialami oleh banyak orang, terutama wanita hamil. Keinginan ini tidak sekadar kebiasaan, tetapi melibatkan faktor ilmiah yang mendasarinya.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Rasa ingin menyantap cokelat atau kue sering kali dipengaruhi oleh biokimia dalam tubuh. Ini menjelaskan mengapa individu sering kali mencari makanan manis dalam situasi tertentu.

Faktor Biologis yang Mendorong Ngidam Manis

Salah satu alasan utama di balik ngidam makanan manis berkaitan dengan pengaruh gula terhadap tubuh. Ketika gula dikonsumsi, tubuh melepaskan hormon dopamin yang memberikan rasa nyaman dan bahagia.

Studi menunjukkan bahwa makanan manis dapat meningkatkan suasana hati, sehingga individu yang mengalami stres atau depresi lebih memperlihatkan kecenderungan untuk mencari makanan manis sebagai cara untuk menambah semangat.

Selain itu, ada pula mekanisme dalam tubuh yang mampu mengingat rasa manis. Ketika ngidam akan sesuatu yang manis, otak cenderung mengingat pengalaman positif sebelumnya dari makanan tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Kaitan Emosi dengan Ngidam Makanan Manis

Ngidam makanan manis sering kali dipicu oleh kondisi emosi tertentu. Banyak individu mencari makanan manis sebagai pelarian dari tekanan dan stres.

Menurut penelitian, sekitar 62% orang melaporkan mengonsumsi makanan manis pada saat merasa cemas atau depresi, menunjukkan keterkaitan yang erat antara keadaan emosional dengan keinginan mengonsumsi makanan manis.

Perilaku ini sering kali membentuk siklus. Ketika seseorang merasa lebih baik setelah mengonsumsi makanan manis, niat tersebut dapat berlanjut di masa mendatang sebagai solusi untuk meredakan stres.

Peran Hormon dalam Ngidam Manis

Hormon memiliki pengaruh signifikan dalam memicu ngidam makanan manis. Ketika kadar insulin berada pada level rendah, individu mungkin mengalami rasa lapar dan ketertarikan terhadap gula.

Kandungan hormon seperti serotonin dan endorfin juga dapat meningkatkan setelah mengonsumsi makanan manis. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang merasakan kebahagiaan lebih setelah menikmati makanan tersebut.

Mengatasi ngidam ini tidak selalu harus melalui konsumsi gula. Pilihan alternatif sehat, seperti buah-buahan, dapat memberikan rasa manis yang diinginkan tanpa efek negatif bagi kesehatan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Ngidam Makanan Manis dan Aspek Psikologisnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!