Rabu, 29 APRIL 2026 • 10:50 WIB

Usulan Penempatan Gerbong Wanita KRL di Tengah Menuai Evaluasi Pasca Kecelakaan

Author

Usulan Penempatan Gerbong Wanita KRL di Tengah Menuai Evaluasi Pasca Kecelakaan

Tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur mendorong evaluasi terhadap pengaturan gerbong khusus perempuan di KRL. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengusulkan agar gerbong wanita tidak lagi ditempatkan di ujung rangkaian, melainkan di bagian tengah.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Usulan ini disampaikan Arifatul usai menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026. Ia menilai penempatan gerbong wanita perlu ditinjau ulang demi meningkatkan aspek keselamatan penumpang perempuan.

Kecelakaan Kereta dan Implikasinya

Kecelakaan tersebut terjadi saat KA Argo Bromo menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Menurut Kepala Basarnas, M. Syafii, seluruh korban yang dievakuasi dalam insiden tersebut adalah perempuan.

“100 persen yang kita evakuasi perempuan,” ujarnya di lokasi kejadian. Hal ini menyoroti pentingnya keselamatan penumpang di dalam kereta, khususnya untuk wanita.

Proses evakuasi pun dinyatakan selesai pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB, dan seluruh tim SAR yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Usulan Perubahan Penempatan Gerbong

Menteri Arifatul menyampaikan bahwa penempatan gerbong wanita perlu ditinjau ulang untuk meminimalisir risiko dalam situasi darurat. Ia mengusulkan agar gerbong pria atau campuran ditempatkan di bagian ujung rangkaian, sementara gerbong wanita berada di tengah.

“Jadi yang laki-laki di ujung, depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” jelasnya. Usulan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan serta ketenangan bagi penumpang perempuan saat berpergian.

Arifatul menyebutkan bahwa ia telah melakukan koordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia terkait alasan penempatan gerbong wanita di bagian depan atau belakang rangkaian. KAI menjelaskan bahwa posisi tersebut dipilih untuk menghindari penumpukan penumpang.

Dampak terhadap Kebijakan Transportasi Publik

Usulan ini menarik perhatian berbagai pihak dan menjadi bahan diskusi tentang kebijakan transportasi publik di Indonesia. Banyak yang beranggapan bahwa penempatan gerbong wanita di tengah dapat memberikan rasa aman bagi penumpang muda dan perempuan.

Dalam konteks ini, Menteri Arifatul mengapresiasi tanggapan publik yang mendukung inisiatif tersebut. Ia berharap, perubahan ini dapat segera diimplementasikan demi keselamatan penumpang kereta api di seluruh Indonesia.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU