Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk membeli 150 juta barel minyak mentah dari Rusia, dengan tujuan memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak hingga akhir tahun 2026.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Pembelian ini akan dilakukan secara bertahap, dengan pertimbangan yang cermat mengenai regulasi dan pengiriman.
Detail Kesepakatan Pembelian Minyak
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengemukakan bahwa kesepakatan ini bertujuan mencukupi kebutuhan minyak mentah Indonesia, yang setiap tahunnya memerlukan sekitar 300 juta barel.
Pembelian dari Rusia setara dengan hampir setengah dari konsumsi BBM nasional dalam setahun, menunjukkan besarnya ketergantungan negara ini terhadap minyak asing.
Yuliot juga mencatat bahwa pihaknya masih mengkaji skema pembelian, terutama terkait kemungkinan penggunaan PT Pertamina atau Badan Layanan Umum (BLU) dalam transaksi ini.
Dengan opsi BLU, pengelolaan risiko yang terkait dengan transaksi dalam jumlah besar menjadi lebih terjamin.
Pertimbangan Jalur Pengiriman
Dalam pertemuan yang membahas kesepakatan ini, Yuliot juga menyoroti pentingnya pemilihan jalur pengiriman minyak, mengingat konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Konflik ini berpotensi memengaruhi keputusan terkait rute pengiriman, yang harus diperhatikan dalam proses pengadaan minyak.
Di samping itu, efisiensi biaya pengiriman menjadi perhatian utama untuk menghindari beban yang besar bagi anggaran negara.
Ketersediaan jalur pengiriman yang aman dan biaya yang terjangkau diharapkan dapat mendukung suksesnya kesepakatan ini.
Kebutuhan Minyak Mentah di Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menginformasikan bahwa Indonesia membutuhkan satu juta barel minyak per hari, sementara kapasitas produksi domestik hanya mencapai 600 ribu barel per hari.
Rendahnya kapasitas produksi domestik ini menciptakan ketergantungan signifikan pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya mencari sumber pasokan minyak, baik dari Rusia maupun negara lain, dengan selalu mempertimbangkan harga yang kompetitif.
"Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi yang memadai bagi negara," ujarnya, menekankan pentingnya diversifikasi sumber.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: