Selasa, 14 APRIL 2026 • 18:59 WIB

Tanggapan JD Vance Terhadap Kontroversi Unggahan Trump yang Mirip Yesus Kristus

Author

Tanggapan JD Vance Terhadap Kontroversi Unggahan Trump yang Mirip Yesus Kristus

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, memberikan penjelasan terkait unggahan Presiden Donald Trump yang menimbulkan kontroversi, di mana Trump menggambarkan dirinya mirip Yesus Kristus. Vance menyatakan bahwa unggahan tersebut seharusnya dipandang sebagai lelucon semata.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dalam keterangan lebih lanjut, Vance menyebut bahwa Trump sering berkreasi di media sosial, namun segera menghapus unggahan tersebut setelah menyadari berbagai reaksi publik yang tidak terduga.

Penjelasan JD Vance tentang Unggahan Trump

Dalam wawancara dengan Fox News, JD Vance mengemukakan bahwa unggahan Trump harus dipandang sebagai lelucon. 'Menurut saya, presiden mengunggah sebuah candaan, dan tentu saja ia menghapusnya karena menyadari banyak orang tak memahami leluconnya,' ungkap Vance.

Vance menekankan bahwa cara komunikasi Trump tidak terintervensi oleh media. 'Saya justru melihat itu sebagai hal yang baik dari presiden, yaitu ia tidak disaring,' tambahnya.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Reaksi Trump dan Hubungan dengan Vatikan

Setelah menghapus unggahan tersebut, Trump memberikan klarifikasi bahwa gambar yang diunggahnya berkaitan dengan penampilannya sebagai dokter dan Medis Palang Merah. 'Saya memang mengunggahnya, dan dalam pandangan saya, itu menggambarkan saya sebagai dokter dan berkaitan dengan Palang Merah,' jelas Trump.

Trump juga menuduh media sebagai penyebar berita palsu yang telah memelintir makna dari unggahan tersebut. 'Hanya media penyebar berita palsu yang bisa memelintir hal semacam itu,' tegasnya.

Pandangan Vance tentang Perbedaan dengan Vatikan

Vance menyentuh hubungan antara Amerika Serikat dan Vatikan, menyatakan bahwa perbedaan pendapat itu hal yang wajar. 'Kami menghormati Paus dan memiliki hubungan baik dengan Vatikan, tetapi perbedaan pendapat dalam isu substansial adalah hal yang wajar,' katanya.

Ia berharap agar Vatikan lebih fokus pada isu moral dan urusan internal Gereja Katolik. 'Sedangkan Presiden Amerika Serikat menjalankan kebijakan publik,' terangnya.

Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU