Teuku Rassya baru saja menggelar pernikahan dengan Cleantha Islan pada Minggu, 12 April 2026, di Hotel Raffles, Jakarta Selatan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Kehadiran Tamara Bleszynski, ibunya, sebagai tamu undangan memicu berbagai spekulasi, sehingga Rassya merasa perlu memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman yang berkembang.
Pentingnya Klarifikasi Terhadap Isu Kehadiran
Dalam unggahannya di Instagram, Rassya menyampaikan bahwa klarifikasi ini bukan untuk mengumbar privasi, melainkan untuk mengatasi kesalahpahaman yang sudah meluas.
Ia menekankan bahwa informasi yang salah dapat memengaruhi persepsi publik, apalagi berkaitan dengan tanggapan yang sering tidak berdasarkan fakta.
Rassya menegaskan bahwa peran ibunya dalam prosesi pernikahannya harus dihormati. "Mana mungkin terlintas buat ngundang ibu sendiri sebagai tamu?" ujarnya, menekankan hubungan dekat mereka.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Diskusi Tentang Busana dan Komunikasi
Selain isu kehadiran, Rassya juga membahas masalah busana yang sempat menjadi bahan perdebatan. Ia menjelaskan bahwa keputusan terkait busana diambil berdasarkan komunikasi yang sudah dilakukan sebelumnya.
Awalnya, kain untuk busana akad dan resepsi telah disiapkan oleh istri Rassya, namun ibunya memilih untuk merancang baju bersama sahabatnya di Bali. Namun, rencana tersebut tidak dapat terealisasi akibat kondisi kesehatan sahabat tersebut.
Karena situasi yang mendesak, ibunya meminta bantuan untuk mencari penjahit lain, sehingga penyesuaian pun dilakukan dengan terburu-buru menjelang hari pernikahan.
Pesan Rassya untuk Publik
Di akhir penjelasannya, Rassya meminta publik untuk lebih bijak dalam memberikan penilaian, terutama berdasarkan narasi yang tidak lengkap. Ia mengingatkan bahwa setiap kisah, terutama yang berkaitan dengan keluarga, melibatkan nuansa yang tidak selalu dapat dipahami dari potongan cerita di media sosial.
Rassya juga menyinggung gaya komunikasi ibunya yang puitis, mencatat bahwa hal tersebut dapat dimaknai berbeda oleh orang lain. "Jadi mohon sekali ya teman-teman, jangan selalu utamakan suudzon dan menghujat cuman karena ibu saya cinta puisi," tutupnya.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: