Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan rasa duka citanya setelah kehilangan seorang prajurit TNI yang terlibat dalam misi Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon akibat konflik yang melibatkan Israel dan Hizbullah.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Pernyataan resmi dikeluarkan pada 30 Maret 2023, menyerukan perlunya menjaga keamanan bagi semua anggota misi penjaga perdamaian yang beroperasi di wilayah berisiko tinggi.
Pernyataan Resmi dari Kedutaan Iran
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengeluarkan pernyataan resmi yang mengekspresikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas gugurnya prajurit TNI.
"Kami dengan tegas mengutuk tindakan ini dan menegaskan bahwa penargetan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," ujar pihak kedutaan.
Pernyataan ini mencerminkan kepedulian Iran terhadap risikonya prajurit TNI dalam misi internasional yang penuh tantangan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Konfirmasi dari PBB dan Kementerian Pertahanan
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengkonfirmasi tewasnya prajurit TNI melalui akun media sosialnya.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah," ungkap Guterres.
Dalam peristiwa tersebut, satu prajurit mengalami luka serius, sementara dua lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
Eskalasi Keamanan di Lebanon
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi insiden tersebut disebabkan oleh meningkatnya ketegangan keamanan di Lebanon.
"Insiden terjadi di tengah saling serang artileri," jelas Rico, sambil mengindikasikan bahwa proses klarifikasi mengenai insiden ini masih berlangsung di UNIFIL.
Situasi di Lebanon telah menjadi semakin kompleks setelah serangan dari Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, dengan Hizbullah merespons dengan serangan balasan.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: