Tim nasional Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah kalah 0-1 dari Bulgaria dalam final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam, 30 Maret.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Gol tunggal yang menentukan pertandingan tersebut berasal dari eksekusi penalti usai peninjauan VAR terkait pelanggaran di area terlarang.
Detik-detik Penting Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, namun situasi buruk menimpa Indonesia saat Kevin Diks melakukan pelanggaran terhadap Zdravko Dimitrov di kotak penalti pada menit ke-35.
Marin Petkov tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan sukses menjebol gawang Emil Audero dengan tendangan penalti yang terarah.
Setelah kebobolan, Indonesia berusaha keras untuk bangkit dan mencari peluang, tetapi usaha mereka untuk menyamakan skor tidak membuahkan hasil hingga berakhirnya babak pertama.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Perubahan Strategi di Babak Kedua
Di awal babak kedua, pelatih John Herdman melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Ivar Jenner untuk meningkatkan serangan.
Meskipun berusaha mencetak gol, Indonesia menghadapi tantangan besar dari tim Bulgaria yang menunjukkan permainan solid dengan tekanan tinggi, sehingga menyulitkan pengembangan strategi Garuda.
Di menit ke-56, Bulgaria hampir menggandakan keunggulan mereka ketika Justin Hubner melakukan blok penting untuk mencegah bola masuk ke gawang.
Usaha Terakhir Timnas Indonesia
Timnas Indonesia terus berjuang untuk menyamakan kedudukan dan menciptakan peluang berbahaya di menit ke-71 melalui sepakan lob Ole Romeny yang sayangnya membentur mistar gawang.
Saat pertandingan memasuki menit-menit terakhir, Rizky Ridho mencoba menyelamatkan situasi dengan tendangan keras di menit ke-86, namun kiper Bulgaria, Dimitar Mitov, memberikan penyelamatan gemilang.
Meski terus berusaha menekan, tim Garuda tidak berhasil mencetak gol penyama hingga peluit panjang dibunyikan, sehingga impian mereka untuk meraih trofi terpaksa pupus.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: