Jumat, 13 MARET 2026 • 16:08 WIB

Netanyahu: Ancaman Terhadap Khamenei dan Strategi Israel di Tengah Ketegangan dengan Iran

Author

Netanyahu: Ancaman Terhadap Khamenei dan Strategi Israel di Tengah Ketegangan dengan Iran

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pernyataan pertama setelah serangan udara di Tel Aviv, menyoroti perubahan kondisi di Iran. Dalam konferensi pers tersebut, dia menegaskan keinginan untuk melanjutkan serangan terhadap Hizbullah Lebanon dan menunjukkan sikap defensif terhadap ancaman dari Iran.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Netanyahu menyatakan bahwa Garda Revolusi Iran dan pasukan paramiliter Basij mengalami kerugian signifikan akibat serangan Israel. Dalam pernyataannya, dia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kerahasiaan strategi militer Israel.

Ancaman Terhadap Iran dan Hizbullah

Dalam sebuah video jumpa pers yang disiarkan secara luas, Netanyahu berdiri di antara dua bendera Israel sambil menjawab pertanyaan tentang situasi terkini. Dia mengklaim bahwa pasukan Iran telah mengalami kerugian signifikan akibat serangan yang diluncurkan oleh Israel.

Ketika ditanya tentang langkah konkret terhadap Iran dan Hizbullah, Netanyahu menjawab, 'Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk pemimpin organisasi teroris mana pun...' menunjukkan bahwa ia tidak akan membocorkan rencana lebih lanjut.

Pernyataan ini menunjukkan pendekatan hati-hati Israel dalam merespons provokasi dari kedua entitas. Netanyahu menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan strategi militer yang dimiliki Israel.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Serangan Rudal dan Ancaman Eksistensial

Dalam konferensi tersebut, Netanyahu juga membahas tentang sirene peringatan yang sering terdengar di wilayah tengah Israel akibat ancaman serangan rudal dari Iran. Dia menjelaskan bahwa Israel harus menanggulangi apa yang dianggap sebagai ancaman eksistensial dari program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Netanyahu mengungkapkan keyakinan bahwa Israel berupaya untuk memperlemah pemerintahan Iran dengan mendorong rakyatnya melakukan perlawanan. Dia menambahkan, 'Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim...' namun mengakui bahwa hasilnya tidak dapat dipastikan.

Netanyahu menegaskan bahwa meskipun pemerintah tidak jatuh, pemerintah tersebut akan tetap berada dalam kondisi yang lebih lemah karena tekanan dari luar negeri.

Dukungan Terhadap Rakyat Iran

Menanggapi kemungkinan memberikan dukungan persenjataan kepada kelompok yang melawan pemerintah Iran, Netanyahu tidak memberikan jawaban langsung. Dia menjelaskan bahwa meskipun mereka sedang membantu, tidak ada jaminan bahwa rakyat Iran akan berhasil menggulingkan rezim yang ada.

Dia menekankan, 'Saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim tersebut - sebuah rezim digulingkan dari dalam,' menekankan kompleksitas situasi politik di Iran.

Strategi Israel untuk menempa perubahan dalam pemerintahan Iran tampaknya didasarkan pada asumsi bahwa intervensi eksternal dapat memberikan harapan baru bagi rakyat Iran.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU