Jumat, 13 MARET 2026 • 11:25 WIB

Janji Perdana Pemimpin Iran Baru dan Syarat Negosiasi dengan AS

Author

Janji Perdana Pemimpin Iran Baru dan Syarat Negosiasi dengan AS

Pernyataan resmi Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran mendapatkan perhatian luas setelah pengangkatannya menggantikan ayahnya yang gugur akibat serangan AS-Israel.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan komitmennya untuk membalas tindakan musuh serta menetapkan syarat tertentu bagi Amerika Serikat untuk melanjutkan negosiasi.

Tekad Membalas Dendam ke AS-Israel

Dalam penampilan publik pertamanya, Mojtaba Khamenei menyatakan tekadnya untuk membalas kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

Khamenei menyampaikan, "Kami akan membalas darah para martir kami," di hadapan pendukungnya pada Kamis (12/3), menyoroti situasi tegang antara Iran dan dua negara tersebut.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur dan akan terus melakukan serangan terhadap pangkalan militer AS di berbagai lokasi di Timur Tengah, menciptakan ketegangan lebih lanjut dalam kawasan.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Dukungan Rusia kepada Iran

Merespons pernyataan Khamenei, Rusia menunjukkan dukungannya dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan pengiriman bantuan berupa obat-obatan seberat 13 ton yang akan disalurkan kepada Iran melalui Azerbaijan.

Kementerian situasi darurat Rusia menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk solidaritas Moscow terhadap Teheran di tengah meningkatnya ketegangan.

Syarat Negosiasi Teheran kepada AS

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengungkapkan tiga syarat yang harus dipenuhi oleh Presiden AS, Donald Trump, untuk melanjutkan negosiasi.

Pezeshkian menyampaikan dalam percakapan teleponnya dengan Putin bahwa syarat tersebut sangat penting demi tercapainya perdamaian.

Meskipun ketegangan melingkupi hubungan kedua negara, pernyataan ini menunjukkan adanya kemungkinan untuk kembali ke meja perundingan jika syarat-syarat tersebut dipenuhi.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU