Kamis, 12 MARET 2026 • 14:31 WIB

Kekuatan Regime Iran Bertahan di Tengah Serangan Militer yang Intensif

Author

Kekuatan Regime Iran Bertahan di Tengah Serangan Militer yang Intensif

Laporan intelijen yang dirilis oleh Amerika Serikat menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran tetap kuat meskipun mengalami serangan masif dari AS dan Israel selama hampir dua minggu terakhir.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Informasi ini didapatkan dari tiga sumber yang memiliki pemahaman mendalam mengenai situasi yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Stabilitas Kepemimpinan Iran

Sumber-sumber intelijen mengungkapkan bahwa analisis terbaru menunjukkan bahwa rezim Iran masih dalam kondisi stabil di tengah serangkaian serangan yang menghantam berbagai target penting, termasuk situs nuklir dan pertahanan udara.

Usai terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari, kepemimpinan ulama Iran tetap berfungsi dengan baik. "Rezim tersebut tidak dalam bahaya untuk kolaps dan tetap mengendalikan publik Iran," ujar salah satu sumber.

Keberadaan kepemimpinan yang tetap terjaga ini sangat penting dan menjadi pertimbangan bagi pemerintah AS dalam merumuskan strategi lebih lanjut terkait Iran. Para pejabat Israel pun mengakui bahwa perang tidak selalu menjamin runtuhnya pemerintahan di Tehran.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Dampak Serangan Militer

Sejak dimulainya serangan oleh AS dan Israel, berbagai posisi dalam kepemimpinan Iran, termasuk puluhan pejabat senior dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), telah menjadi target. Hal ini menyoroti intensitas operasional militer yang berlangsung di negara tersebut.

Meski serangan tersebut terjadi, laporan intelijen menunjukkan bahwa IRGC dan para pemimpin sementara yang menggantikan Khamenei memiliki pengaruh kuat dalam pengendalian negara. Resolusi baru mengangkat putra Khamenei, Mojtaba, sebagai pemimpin tertinggi yang baru.

Kondisi di lapangan tetap dinamis, dan meskipun ada serangan yang berlanjut, tidak ada kepastian mengenai kemungkinan perubahan pada struktur kepemimpinan Iran yang sudah ada.

Reaksi dan Strategi Pemerintahan AS

Pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump terus mengevaluasi kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah. Di tengah lonjakan biaya minyak dan tekanan politik domestik, Trump mengisyaratkan kemungkinan untuk segera mengakhiri operasi militer yang tengah berlangsung.

Namun, opsi untuk mengirim pasukan AS ke Iran belum ditutup sepenuhnya. Strategi ini dipandang sebagai langkah yang mungkin perlu diambil untuk mendukung gerakan rakyat Iran dalam melakukan protes secara aman.

Meskipun demikian, pernyataan pihak AS menegaskan bahwa tidak ada target untuk menggulingkan kepemimpinan Iran secara langsung. Trump sebelumnya telah mendorong warga Iran untuk "mengambil alih pemerintahan Anda," tetapi bantuan dalam bentuk intervensi militer masih menjadi tanda tanya.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU