Kamis, 12 MARET 2026 • 14:30 WIB

Strategi Menjaga Kesehatan Pencernaan di Penghujung Ramadan

Author

Strategi Menjaga Kesehatan Pencernaan di Penghujung Ramadan

Penghujung Ramadan menjadi periode yang krusial dalam menjaga kesehatan pencernaan. Perubahan drastis dalam pola makan selama bulan suci ini dapat memicu berbagai masalah pencernaan.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Pembatasan waktu makan berpotensi menimbulkan gangguan seperti sembelit dan diare. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Perubahan Pola Makan Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan, umat Muslim berpuasa dari fajar hingga maghrib, sehingga mempengaruhi kebiasaan makan. Waktu sahur dan berbuka puasa menjadi periode kritis dalam asupan makanan dan cairan.

Perubahan pola makan ini bisa menyebabkan masalah pencernaan, terutama bila konsumsi makanan tidak seimbang. Asupan tinggi lemak dan gula saat berbuka dapat memperburuk kondisi lambung.

Sebagaimana disampaikan Dr. Andi, seorang ahli gizi, "Konsentrasi makanan berat dan manis saat berbuka tanpa memberikan jeda dapat menyebabkan lambung tertekan." Hal ini menggarisbawahi pentingnya penyusunan rencana makan yang seimbang.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Gejala Gangguan Pencernaan yang Umum Terjadi

Sembelit, diare, dan kembung merupakan beberapa gangguan pencernaan yang sering dijumpai pada akhir Ramadan. Pola makan yang tidak seimbang ikut meningkatkan risiko munculnya gejala-gejala tersebut.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan peningkatan kunjungan ke rumah sakit akibat gangguan pencernaan selama bulan puasa, menegaskan perlu adanya perhatian lebih pada kebiasaan makan.

Dr. Rina, seorang gastroenterolog, menuturkan, "Konsumsi serat yang rendah dan dehidrasi merupakan dua faktor utama yang memicu masalah pencernaan pada akhir Ramadan." Oleh sebab itu, pemilihan jenis dan jumlah makanan sangat penting.

Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan di Akhir Ramadan

Penting untuk menerapkan pola makan seimbang yang mencakup sayuran, buah-buahan, dan cukup cairan. Memastikan asupan serat yang memadai dapat berkontribusi pada kesehatan pencernaan.

Melakukan aktivitas fisik secara teratur setelah berbuka puasa juga membantu proses pencernaan. Kegiatan ringan, seperti berjalan kaki selama 30 menit, sangat dianjurkan.

Selain itu, memperhatikan jeda waktu antara sahur dan berbuka menjadi esensial agar tubuh tidak terbebani dengan makanan berat. Menurut Kementerian Kesehatan, "Pemberian waktu untuk lambung beradaptasi dengan makanan yang masuk menjadi kunci untuk mencegah gangguan pencernaan."

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU