Israel telah diakui sebagai negara dengan konsentrasi talenta kecerdasan buatan tertinggi di dunia, menurut laporan yang dirilis oleh LinkedIn. Hal ini mencerminkan kekuatan pengembangan teknologi yang ada di negara tersebut.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dalam riset yang melibatkan 31 ribu responden di 31 negara, Israel tercatat memiliki tingkat konsentrasi talenta AI mencapai 1,98%, melebihi negara-negara lain seperti Singapura dan Luksemburg.
Relevansi Talenta Kecerdasan Buatan di Era Digital
Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi elemen vital dalam pengembangan teknologi modern. Perkembangan yang cepat dalam bidang ini sangat bergantung pada adanya talenta yang terampil dan berpengalaman.
Sebuah laporan LinkedIn yang dirilis pada tahun 2024 mencatat bahwa 66% pemimpin perusahaan tidak bersedia merekrut individu yang tidak memiliki keterampilan di bidang AI. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keahlian tersebut di berbagai sektor industri.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Metodologi Penelitian LinkedIn
Penelitian yang dilakukan menggunakan profil pengguna LinkedIn untuk mengevaluasi konsentrasi keterampilan AI secara global. Metode yang digunakan mencakup analisis terhadap keterampilan seperti machine learning, natural language processing, serta literasi AI.
Meskipun Israel memiliki populasi yang jauh lebih kecil dibanding negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China, hasil survei menunjukkan bahwa negara ini telah berhasil menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan talenta AI dengan signifikan.
Peringkat Global dan Observasi Tren
Di antara sepuluh negara dengan konsentrasi talenta AI tertinggi, Singapura dan Luksemburg masing-masing menempati urutan kedua dan ketiga dengan 1,64% dan 1,44%. Chua Pei Ying, Kepala Ekonom LinkedIn untuk wilayah Asia-Pasifik menekankan pentingnya kultur pembelajaran dalam menunjang pertumbuhan talenta AI di negara-negara kecil ini.
Menyebabkan kejutan, Amerika Serikat dan China tidak termasuk dalam daftar talenta AI tertinggi mungkin berkaitan dengan kebijakan penyensoran yang ketat di China, yang mempersulit banyak talenta lokal untuk mengakses platform profesional seperti LinkedIn.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: