Rabu, 11 MARET 2026 • 11:24 WIB

Pakar Pertahanan Ungkap Ancaman Krisis Ekonomi jika Dolar Naik Signifikan

Author

Pakar Pertahanan Ungkap Ancaman Krisis Ekonomi jika Dolar Naik Signifikan

Connie Rahakundini Bakrie, seorang pengamat militer dan pertahanan, memperingatkan dampak negatif yang mungkin timbul akibat konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian Indonesia.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Dalam video yang diunggah di media sosialnya, ia menyoroti nilai tukar rupiah yang telah menembus angka Rp17 ribu per dolar AS, menandakan situasi ekonomi yang sangat kritis.

Kondisi Ekonomi yang Memprihatinkan

Dalam potongan video yang diunggah pada Selasa, 10 Maret 2026, Connie menyatakan, "Kondisi ini (nilai tukar rupiah menjadi 17 ribu per dolar AS) artinya Indonesia sedang tidak baik-baik saja, dan kita seperti sedang membawa diri ke dalam jurang."

Ia juga mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang signifikan, terutama karena adanya keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dikendalikan oleh Amerika Serikat.

Berdasarkan pengamatannya, gejolak yang terjadi di Timur Tengah dapat memiliki dampak langsung terhadap nilai tukar rupiah dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Ancaman Nilai Tukar Rupiah yang Meningkat

Connie mengingatkan akan potensi bencana ekonomi yang akan terjadi jika nilai tukar rupiah mencapai Rp22 ribu per dolar AS. Ia menegaskan, "Ketika seandainya Rupiah mencapai 22 ribu (per 1 dolar AS) dan itu tidak bisa kita tahan, maka Indonesia akan selesai."

Lonjakan nilai tukar dolar dapat memicu krisis ekonomi yang lebih dalam dan mengancam eksistensi negara, ujar Connie.

Ia menggarisbawahi pentingnya perhatian serius dari pihak terkait terhadap situasi ini agar langkah-langkah antisipatif dapat diambil.

Upaya Mencegah Krisis Ekonomi

Connie menyatakan bahwa telah melakukan diskusi dengan mantan menteri keuangan dan mantan Gubernur Bank Indonesia mengenai masalah yang dihadapi saat ini.

Diskusi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi langkah-langkah yang diperlukan agar rupiah tidak semakin melemah di masa mendatang.

Ia mengedepankan bahwa semua upaya tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk menjaga stabilitas Indonesia di tengah ancaman yang ada.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU