Galatasaray berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Liverpool pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026, yang berlangsung di Rams Park pada Selasa (10/3/2026). Pertandingan ini diwarnai drama ketika dua gol yang dicetak oleh masing-masing tim tidak disahkan oleh wasit.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Gol penentu datang dari Mario Lemina pada menit ketujuh, sementara peluang emas dari kedua tim harus terhenti dengan keputusan kontroversial yang diambil wasit, menjadikan atmosfer pertandingan semakin tegang.
Pertandingan yang Ketat dan Dramatis
Laga dibuka dengan semangat tinggi dari Galatasaray, yang didukung penuh oleh suporter setia. Mario Lemina berhasil membuka keunggulan bagi tim tuan rumah dengan mencetak gol pada menit ketujuh lewat situasi sepak pojok.
Liverpool tidak tinggal diam dan berusaha menciptakan peluang, dengan Florian Wirtz yang berupaya menembak dari ujung kotak penalti, namun upayanya berhasil dihentikan oleh kiper Galatasaray, Cakir.
Serangan tim tuan rumah berlanjut, termasuk sundulan Davinson Sanchez yang mengarah tepat ke kiper Mamardashvili, menjadikan pertandingan semakin ketat dan dramatis.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Dominasi Penguasaan Bola oleh Liverpool
Memasuki babak kedua, Liverpool menunjukkan dominasi penguasaan bola dan berusaha menekan pertahanan Galatasaray. Dominik Szoboszlai menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan, namun tembakannya masih melenceng.
Alexis Mac Allister juga mencoba menguji pertahanan Galatasaray dari sudut sempit, namun bola hasil tembakannya meleset di samping kiri gawang, memperlihatkan kesulitan Liverpool dalam menembus pertahanan lawan.
Kondisi memanas ketika Victor Osimhen mencetak gol yang dibatalkan oleh wasit karena offside, diikuti dengan nasib serupa saat Ibrahima Konate dari Liverpool juga tidak mendapat pengesahan setelah tinjauan VAR mencatat adanya handball.
Statistik Pertandingan yang Mencolok
Kedua tim menunjukkan performa berimbang dalam menciptakan peluang, masing-masing mencatatkan 15 tembakan sepanjang pertandingan. Meskipun Liverpool mendominasi penguasaan bola, Galatasaray lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Kemenangan ini memberikan modal berharga bagi Galatasaray saat bertandang ke markas Liverpool untuk leg kedua. Tim ini hanya memerlukan hasil imbang untuk melaju ke perempat final.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: