Selasa, 10 MARET 2026 • 13:35 WIB

Iran Menetapkan Syarat bagi Kapal Melintas di Selat Hormuz

Author

Iran Menetapkan Syarat bagi Kapal Melintas di Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menetapkan syarat bagi negara-negara yang ingin agar kapal tanker minyaknya dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz. Negara tersebut harus mengusir duta besar Israel dan Amerika Serikat dari wilayah mereka.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Pernyataan tersebut disampaikan pada tanggal 10 Maret 2026, sebagai kelanjutan dari penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran setelah serangan dari AS-Israel pada akhir Februari lalu.

Penutupan Selat Hormuz dan Dampak Terhadap Perdagangan Energi

Selat Hormuz merupakan jalur penting dengan lebar 33 kilometer yang mengatur 20 persen lalu lintas minyak mentah dan gas alam cair dunia. Penutupan jalur ini oleh Iran pada 28 Februari 2026, setelah serangan oleh AS-Israel, menyebabkan banyak kapal tanker terhalang.

IRGC menegaskan bahwa negara-negara Arab dan Eropa berhak untuk melintas jika mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini menjadi peringatan bagi negara-negara yang tetap berhubungan dengan kedua negara tersebut.

Eskalasi ketegangan semakin mendalam dengan ancaman IRGC untuk menyerang kapal manapun yang melintas, kecuali dari China dan Rusia. Tindakan ini memperburuk situasi dan berdampak pada stabilitas harga minyak dunia.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Implikasi Ekonomi dan Strategi Iran

Dengan penutupan Selat Hormuz, harga minyak dunia melonjak hingga mencapai level tertinggi sejak Juli 2022. Pada tanggal 9 Maret 2026, harga minyak mencatatkan $119 per barel, menimbulkan kekhawatiran akan dampak terhadap perekonomian global.

Iran juga merencanakan untuk mengenakan 'bea masuk keamanan' bagi kapal-kapal tanker dan komersial yang berafiliasi dengan AS, Israel, dan sekutunya. Tindakan ini dianggap sebagai strategi untuk meningkatkan kontrol Iran atas harga minyak.

Beberapa sumber mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan agar Presiden Trump segera tunduk dan mengakhiri aksi agresif terhadap Iran.

Kontroversi dan Respons Global

Langkah Iran ini memicu kontroversi global, dengan banyak negara khawatir akan imbalan jangka panjang dari penutupan Selat Hormuz terhadap pasar energi. Analis menilai bahwa Iran berusaha menunjukkan kekuatannya di tengah tekanan internasional.

Sementara itu, dari perspektif diplomatik, syarat yang ditetapkan oleh Iran dianggap sulit diterima oleh sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan. Penarikan duta besar dari negara-negara tersebut berpotensi menciptakan ketegangan lebih lanjut dalam hubungan internasional.

Situasi ini juga mendorong pemangku kepentingan global untuk mencari solusi damai demi menjaga stabilitas di Teluk Persia, terutama terkait dengan energi dan ekonomi internasional.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU