Senin, 09 MARET 2026 • 12:16 WIB

Tanda-Tanda Infeksi Ginjal: Nyeri Pinggang dan Nyeri Saat Buang Air Kecil

Author

Tanda-Tanda Infeksi Ginjal: Nyeri Pinggang dan Nyeri Saat Buang Air Kecil

Nyeri pinggang yang disertai ketidaknyamanan saat berkemih sering kali menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang serius, termasuk infeksi ginjal.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik

Gejala ini seharusnya tidak diabaikan, terutama jika muncul bersamaan, karena dapat mengarah pada komplikasi yang lebih serius.

Penyebab Nyeri Pinggang dan Ketidaknyamanan Saat Berkemih

Nyeri pinggang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah otot, tulang, dan terutama gangguan ginjal.

Ketika nyeri ini disertai dengan ketidaknyamanan saat berkemih, hal itu berpotensi menjadi indikasi infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal.

Infeksi ini dapat terjadi saat bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra, dan jika tidak ditangani segera, dapat menyebar ke ginjal.

Dokter menyatakan bahwa gejala lain seperti demam, mual, dan perubahan warna urine seringkali menyertai kondisi ini.

Gejala Lain yang Menunjukkan Infeksi Ginjal

Selain nyeri pinggang dan ketidaknyamanan saat berkemih, demam tinggi dan kedinginan juga menjadi tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Pasien mungkin merasakan nyeri saat berkemih yang lebih intens, serta urine yang keruh atau berbau tidak sedap.

Ketidaktahuan terhadap tanda-tanda ini dapat menyebabkan infeksi semakin memburuk, sehingga penanganan segera sangat diperlukan.

Jika infeksi tidak diatasi dengan baik, kerusakan permanen pada ginjal dapat terjadi.

Langkah-Langkah dan Pengobatan yang Diperlukan

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut, agar dapat dilakukan diagnosis yang akurat.

Dokter biasanya akan melakukan tes urine, dan pemeriksaan seperti pemindaian untuk memastikan adanya infeksi.

Pengobatan standar melibatkan penggunaan antibiotik untuk menangani infeksi, dan pasien harus menyelesaikan semua resep meskipun gejalanya sudah membaik.

Pada situasi yang lebih parah, rawat inap mungkin diperlukan, namun deteksi dini dapat mencegah kondisi tersebut.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU