Kamis, 05 MARET 2026 • 14:09 WIB

FPTI Menyelidiki Dugaan Pemotongan Bonus Atlet Panjat Tebing

Author

FPTI Menyelidiki Dugaan Pemotongan Bonus Atlet Panjat Tebing

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan keheranannya terkait laporan dugaan pemotongan bonus atlet panjat tebing oleh mantan pelatih, Hendra Basir.

Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, FPTI belum menerima laporan resmi mengenai isu tersebut dari para atlet.

Dugaan Pemotongan Bonus yang Mengejutkan

Yenny Wahid menyatakan bahwa ia merasa terkejut mendengar tentang pemotongan bonus yang mencapai 50 persen. Ia mengungkapkan, 'Saya kaget sekali. Dan itu juga dilakukan oleh terduga pelaku [kekerasan dan pelecehan seksual].'

Meskipun demikian, Yenny juga menekankan bahwa FPTI belum menerima pengaduan resmi mengenai masalah ini. Ia menambahkan, 'Saya hanya mendengar ya, sorry saya sih enggak bisa ini ya, saya hanya mendengar dari apa namanya percakapan-percakapan informal.'

Isu pemotongan bonus, menurutnya, mungkin terkait dengan kesepakatan internal antara para atlet dan pelatih. Yenny menegaskan, 'Dalihnya ini sudah kesepakatan. Ya, antara mereka sendiri. Dalihnya begitu. Jadi, ini di luar kami. Saya enggak tahu sama sekali.'

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Proses Penanganan Kasus dan Fokus FPTI

Yenny mengindikasikan bahwa FPTI akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan pemotongan bonus. Penyidikan ini dilakukan seiring dengan proses penyelidikan mengenai praktik kekerasan dan pelecehan seksual yang juga terjadi di lingkungan olahraga panjat tebing.

'Kita masih fokus pada proses pelecehan seksualnya,' jelasnya.

Ia tidak dapat memastikan apakah praktik pemotongan bonus ini terjadi pada momen tertentu, seperti SEA Games 2025 atau Olimpiade 2024. Yenny menegaskan, 'Itu, SEA Games atau apa saya enggak tahu. Ini belum ada laporan resmi, jadi saya enggak bisa ngomong secara pasti gitu loh.'

Komitmen FPTI untuk Transparansi

Yenny menyatakan komitmennya untuk membenahi dunia panjat tebing Indonesia dengan menangani dugaan pemotongan bonus secara serius. Hal ini mencerminkan upaya FPTI untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi.

Ia menyampaikan bahwa FPTI berusaha menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk atlet, termasuk memberikan perlindungan dari praktik ketidakadilan.

Yenny juga mengingatkan perlunya lebih banyak ruang bagi atlet untuk menyampaikan keluhan mereka secara resmi agar masalah seperti ini dapat ditangani dengan tepat.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU