Laporan terbaru menunjukkan jumlah korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran mencapai angka 1.045 orang.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Serangan yang berlangsung pada 28 Februari 2026 ini, terutama menyasar lokasi-lokasi strategis, termasuk sebuah sekolah yang menyebabkan banyak korban jiwa.
Detail dan Konteks Serangan
Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara yang tepat sasaran terhadap sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibukota Teheran.
Serangan ini, meskipun difokuskan pada fasilitas militer, menyebabkan kerugian besar di kalangan warga sipil dengan sejumlah laporan mengenai jatuhnya korban jiwa.
Sejalan dengan perkembangan situasi, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa pada 3 Maret 2026, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 787 orang, yang mencakup baik warga sipil maupun personel militer.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Dampak pada Warga Sipil
Salah satu insiden paling mengerikan terjadi di sebuah sekolah di Minab, provinsi Hormozgan, di mana 165 orang tewas akibat serangan tunggal tersebut.
Kerugian yang dialami masyarakat semakin mengungkapkan ketidakamanan yang mengintimidasi wilayah tersebut, terutama di kalangan keluarga yang kehilangan anggota.
Beberapa laporan menyatakan bahwa pemakaman massal dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, termasuk siswa dan staf yang terlibat dalam tragedi tersebut.
Reaksi Iran dan Tindakan Balas
Menanggapi dampak dari serangan yang berlanjut, Pemerintah Iran memastikan bahwa Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei turut terkena dampaknya.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal ke fasilitas militer AS dan beberapa lokasi di Israel, menekankan ketegangan berkelanjutan di kawasan tersebut.
Perhatian masyarakat internasional kian meningkat terhadap situasi yang berkembang, serta potensi dampaknya terhadap stabilitas regional.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: