Rabu, 04 MARET 2026 • 13:53 WIB

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketegangan Global

Author

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketegangan Global

Perekonomian Indonesia diproyeksikan tetap stabil dengan target pertumbuhan mencapai 5,4% meskipun menghadapi ketegangan global yang dipicu oleh konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menegaskan bahwa simulasi risiko menunjukkan ketidakstabilan di Timur Tengah tidak akan mengurangi pertumbuhan ekonomi nasional di bawah angka tersebut.

Analisis Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini diperkirakan berada di atas 5%, dengan proyeksi mendekati 5,4%. Juda Agung menjelaskan bahwa simulasi risiko oleh Kementerian Keuangan menunjukkan prediksi optimis meskipun skenario ekstrem tetap bisa terjadi.

Dalam acara Indonesia Economic Forum 2026, Juda menekankan pentingnya kesiapan ekonomi untuk menghadapi tantangan dari ketegangan internasional. Analisis mendalam dilakukan untuk memastikan stabilitas perekonomian.

Walaupun ada ketidakpastian yang dihasilkan oleh skenario terburuk, hal ini dianggap tidak realistis untuk dimasukkan dalam proyeksi pertumbuhan saat ini.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Peran BPI Danantara dalam Pengelolaan Ekonomi

Keberadaan Badan Pengelola Investasi Danantara berperan penting dalam mendukung daya tahan ekonomi Indonesia. Juda menggarisbawahi bahwa lembaga ini berfungsi sebagai motor utama dalam investasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian.

Ia menjelaskan, "Danantara sekarang ini part of macroeconomic management dari Indonesia." Pemerintah berfokus pada konsumsi dan belanja pemerintah sebagai strategi untuk menjaga pertumbuhan.

Melalui BPI Danantara, pemerintah dapat mengarahkan perhatian pada sektor-sektor utama yang mendukung pertumbuhan, seperti konsumsi masyarakat dan belanja untuk kesejahteraan.

Investasi Dalam Negeri dan Luar Negeri

Juda Agung melaporkan bahwa investasi dalam negeri kini mendominasi pertumbuhan, berkat upaya dari BPI Danantara. Hal ini menunjukkan kontribusi signifikan dari perekonomian lokal dalam kinerja nasional.

Selain itu, pemerintah tetap memperhitungkan investasi dari luar negeri sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi keseluruhan. Juda menyatakan, faktor ini berfungsi sebagai tambahan yang penting dalam mendorong kemajuan.

Pemerintah juga berupaya memberdayakan sektor-sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU