Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Menlu Amerika Serikat, Marco Rubio, yang menyatakan bahwa serangan besar-besaran ke Tehran dipicu oleh dukungan Israel.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Araghchi menilai pernyataan tersebut sebagai pengakuan bahwa Amerika Serikat terlibat dalam konflik demi kepentingan negara Zionis tersebut.
Respons Iran Terhadap Pernyataan AS
Abbas Araghchi berpendapat bahwa pernyataan Marco Rubio mencerminkan pengakuan bahwa AS telah terlibat dalam perang 'atas nama Israel'.
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui media sosial, ia mengatakan, 'Rubio mengakui apa yang kita semua ketahui: AS telah memasuki perang pilihan atas nama Israel'.
Ia lanjut menekankan, pertumpahan darah yang melibatkan warga Iran dan Amerika merupakan konsekuensi dari tindakan para 'pendukung Israel'.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Pernyataan Rubio Mengenai Strategi Militer
Marco Rubio menyatakan bahwa serangan terhadap Iran telah direncanakan setelah menerima informasi dari sekutu dekat, Israel.
Ia mengungkapkan, 'Kita mengetahui bahwa akan ada aksi Israel, dan kita tahu bahwa hal itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika'.
Menurut Rubio, langkah ini diambil untuk mencegah kerugian yang lebih besar di kalangan militer AS.
Dampak Serangan dan Reaksi Internasional
Laporan resmi dari otoritas Iran menunjukkan bahwa sekitar 555 orang tewas akibat serangan yang diluncurkan oleh AS dan Israel.
Tehran juga menyatakan bahwa 560 tentara AS mengalami kematian dan luka-luka sebagai akibat serangan balasan mereka.
Berbeda dengan klaim tersebut, pihak AS hanya mengonfirmasi adanya empat tentara yang tewas akibat serangan balasan oleh Iran, menimbulkan perdebatan mengenai jumlah korban yang sebenarnya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: