Militer Israel melancarkan serangan udara di Tehran pada Selasa, 3 Maret, dengan sasaran utama gedung kepresidenan dan Dewan Keamanan Nasional Iran.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Dalam pengakuan resmi, Israel menyatakan berhasil menghancurkan fasilitas penting di pusat pemerintahan Iran.
Detail Serangan Udara
Militer Israel mengonfirmasi bahwa Angkatan Udara mereka berhasil menyerang lokasi-lokasi strategis di kompleks kepemimpinan Iran di jantung Tehran.
Dalam pernyataannya, mereka menyebut, "Angkatan Udara Israel telah menyerang dan melumpuhkan fasilitas di dalam kompleks kepemimpinan rezim teroris Iran di jantung Teheran semalaman."
Israel mengklaim, "sejumlah besar amunisi dijatuhkan ke kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional Tertinggi," namun detail lebih lanjut tentang dampak serangan ini belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Posisi Pimpinan Iran Pasca-Serangan
Masoud Pezeshkian, yang selamat dari serangan sebelumnya yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat, kini mempertanyakan keamanannya di tengah situasi yang berpotensi berbahaya.
Pemerintah Iran juga sedang dalam proses mencari pengganti untuk Ayatollah Ali Khamenei, yang baru saja meninggal dunia.
Sebagai langkah awal, Iran telah menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai pemimpin Dewan Kepemimpinan Sementara, yang bertugas menyiapkan kepemimpinan baru di negara tersebut.
Implikasi Serangan dan Respon Internasional
Serangan ini dianggap signifikan dalam konteks ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan Iran, yang sudah berlangsung lama dan diperburuk setelah kematian Khamenei.
Di luar itu, Iran harus menghadapi tantangan baru dalam menjaga stabilitas internal dan merespons ancaman yang muncul dari Israel dan sekutunya, termasuk Amerika Serikat.
Komunitas internasional kini diharapkan mengeluarkan tanggapan terhadap serangan ini, meskipun hingga saat ini belum ada reaksi resmi yang dikeluarkan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: