Persija Jakarta memberikan penjelasan terkait kontroversi penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) oleh Borneo FC untuk sesi latihan resmi sebelum pertandingan Super League 2025-2026.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi
Keputusan tersebut diambil demi menjaga kualitas lapangan utama JIS agar tetap siap digunakan untuk pertandingan, meskipun menuai protes dari pihak tim tamu.
Polemik Penggunaan JIS oleh Borneo FC
Borneo FC menghadapi tantangan ketika tidak diizinkan menggunakan lapangan utama JIS untuk sesi latihan resmi pada 3 Maret 2026. Larangan tersebut menyebabkan protes dari manajer Borneo FC, Dandri Dauri, yang merasa kesulitan karena pemberitahuan larangan hanya disampaikan lima menit sebelum sesi dimulai.
Para pemain Borneo FC sudah hadir di lapangan saat keputusan mendadak tersebut dikeluarkan, menyebabkan kebingungan dan ketidakpuasan di pihak tim tamu. Borneo FC berpandangan bahwa pelaksanaan sesi latihan seharusnya telah diatur dalam regulasi kompetisi dan menginginkan penjelasan dari Persija.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Klarifikasi dari Persija Jakarta
Persija Jakarta memberikan klarifikasi resmi untuk menanggapi masalah ini demi menghindari kesalahpahaman lebih lanjut. Dalam pernyataan tersebut, mereka menekankan bahwa semua aspek teknis terkait pertandingan telah dikoordinasikan dengan pihak tim tamu, termasuk Asisten Manajer Borneo FC, Farid, lima hari sebelum pertandingan.
Persija juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan optimal bagi tim yang berkunjung. Dalam konteks ini, mereka menanggapi tuduhan bahwa perubahan lokasi latihan adalah keputusan mendadak.
Pertimbangan Teknis Kebijakan Persija
Persija menyatakan bahwa kebijakan penggunaan lapangan untuk latihan resmi di JIS diterapkan secara merata kepada semua tim tamu. Contohnya, tim-tim lain seperti Persita, Malut United, Bali United, dan PSM juga telah melakukan sesi latihan di lapangan latih, bukan di lapangan utama.
Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis untuk menjaga kualitas rumput lapangan utama. Persija berharap bahwa keputusan ini tidak disalahartikan, melainkan dipandang sebagai upaya untuk menjaga mutu pertandingan bagi semua pihak yang terlibat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: