Pola minum yang teratur selama bulan Ramadan memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Dehidrasi bisa menjadi masalah serius yang mengganggu kelancaran ibadah puasa jika tidak dihindari dengan baik.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Banyak individu berupaya memanfaatkan waktu antara sahur dan berbuka untuk memenuhi kebutuhan cairan. Pemahaman yang baik tentang pengaturan pola minum akan membantu mereka menjalani puasa dengan lebih efisien.
Pentingnya Hidrasi Selama Puasa
Hidrasi yang efektif selama puasa berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Mengabaikan kebutuhan cairan bisa menyebabkan dampak negatif seperti kelelahan, sakit kepala, serta gangguan fokus.
Menurut ahli kesehatan, tubuh manusia mengandung sekitar 60% air, menjadikannya unsur vital bagi fungsi organ. Oleh karena itu, menjaga kecukupan cairan saat berpuasa sangat penting.
Saat menjalani puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Hal ini menjadikan tindakan menjaga kecukupan cairan di waktu sahur dan berbuka sangat perlu agar metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Strategi Mengatur Pola Minum
Salah satu pendekatan yang banyak dianjurkan adalah membagi waktu minum menjadi beberapa sesi. Disarankan untuk minum air setelah berbuka, sebelum tidur, dan saat sahur guna memenuhi kebutuhan cairan harian.
Para ahli merekomendasikan asupan minimal delapan gelas air per hari. Salah satu metode yang mudah diikuti adalah dengan menjadwalkan satu gelas setelah berbuka dan dua gelas saat sahur.
Selain air, penting juga untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kadar air tinggi seperti buah dan sayuran. Buah-buahan seperti semangka, jeruk, dan timun sangat efektif dalam membantu menjaga keseimbangan hidrasi.
Menghindari Dehidrasi dengan Kebiasaan Baik
Hindari konsumsi minuman berkafein dan beralkohol selama bulan puasa, karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Minuman tersebut memiliki sifat diuretik yang memicu peningkatan frekuensi buang air kecil, sehingga mengurangi cairan dalam tubuh.
Sebagai pilihan yang lebih baik, disarankan untuk memilih minuman seperti air kelapa atau jus segar, yang tidak hanya membantu hidrasi tetapi juga memberikan nutrisi penting.
Adalah penting untuk selalu memperhatikan sinyal dari tubuh. Jika merasakan haus atau kelelahan, jangan tunggu hingga waktu berbuka untuk minum. Memenuhi kebutuhan cairan segera dapat mencegah dampak negatif dari dehidrasi.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: