Pemerintah China memberikan tanggapan resmi mengenai penutupan Selat Hormuz yang dilakukan oleh Garda Revolusi Iran setelah serangan oleh Amerika Serikat dan Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan tersebut.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Dalam konferensi pers di Beijing, Mao mengungkapkan keprihatinan China terhadap dampak penutupan tersebut pada perdagangan internasional dan menyerukan semua pihak untuk menghentikan operasi militer yang berpotensi memicu eskalasi.
Peran Strategis Selat Hormuz dalam Ekonomi Global
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan internasional yang sangat penting, menghubungkan negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia dengan pasar global. Sekitar 20 persen dari total konsumsi minyak dunia melewati selat ini, menjadikannya krusial bagi stabilitas ekonomi internasional.
Pasca penutupan Selat Hormuz pada 28 Februari 2026, situasi semakin tegang. Lonjakan harga minyak di pasar Asia terjadi, dengan kenaikan sekitar 13 persen, serta potensi harga minyak mencapai 100 dolar AS per barel jika penutupan ini berlanjut.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Respon China Terhadap Ketegangan Militer
Dalam pernyataannya, Mao Ning menyatakan bahwa serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran tidak memiliki dasar hukum dari Dewan Keamanan PBB dan melanggar norma-norma internasional. 'Kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya,' tegasnya.
China secara aktif mengajak komunitas internasional untuk berkolaborasi dalam menciptakan dialog dan negosiasi, guna menjaga kedamaian dan stabilitas di kawasan yang rentan ini.
Penjelasan Mengenai Isu Penjualan Rudal
Menanggapi berita mengenai pembelian rudal anti-kapal supersonik CM-302 oleh Iran, Mao Ning secara tegas membantah informasi tersebut. Ia menyatakan, 'Pemberitaan itu tidak benar,' menegaskan komitmen China untuk mematuhi kewajiban internasional.
Mao juga menggarisbawahi pentingnya semua pihak untuk menghindari operasi militer, yang berpotensi memperluas konflik dan berdampak negatif pada keamanan regional maupun global.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: