Senin, 02 MARET 2026 • 16:04 WIB

Prabowo Subianto Tawarkan Mediasi dalam Ketegangan AS-Iran

Author

Prabowo Subianto Tawarkan Mediasi dalam Ketegangan AS-Iran

Sejumlah media internasional mengulas kesiapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memfasilitasi mediasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Tawaran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan yang dipicu oleh serangan udara baru-baru ini antara kedua negara tersebut.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Prabowo menegaskan kesediannya untuk mengunjungi Teheran guna menengahi perbedaan, asalkan langkah ini disetujui oleh kedua belah pihak. Hal ini menjadi bukti aktifnya peran Indonesia dalam diplomasi global pada isu-isu penting.

Respons Media Internasional terhadap Tawaran Mediasi

Media Singapura, CNA, melaporkan bahwa Prabowo menyatakan kesediaannya melakukan perjalanan ke Teheran untuk proses mediasi. Dalam laporan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog.

CNA menyatakan, "Prabowo mengatakan ia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi jika langkah tersebut disetujui oleh Amerika Serikat dan Iran," yang menunjukkan sikap kooperatif Indonesia terhadap konflik ini.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Sambutan Positif dari Kedutaan Iran

Media Malaysia, The Star, melaporkan respons positif dari Kedutaan Besar Iran di Jakarta mengenai tawaran mediasi dari Indonesia. Dalam laporan tersebut, Kedutaan Iran menyambut baik kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator.

The Star mencatat, "Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan pada hari Sabtu bahwa Presiden Prabowo Subianto bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi jika disetujui oleh kedua belah pihak."

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia

Media Pakistan, Dawn, melaporkan pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia yang menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Indonesia dalam memfasilitasi dialog untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Dawn menuliskan, "Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi," yang mencerminkan upaya Indonesia dalam menjembatani hubungan antarnegara.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU