Senin, 02 MARET 2026 • 14:58 WIB

Iran Tegaskan Tidak Akan Melanjutkan Dialog dengan Amerika Serikat

Author

Iran Tegaskan Tidak Akan Melanjutkan Dialog dengan Amerika Serikat

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa negaranya tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap laporan yang menyebutkan adanya inisiatif untuk melanjutkan pembicaraan dengan Washington.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Larijani menjelaskan bahwa AS menghadapi tantangan besar akibat kebijakan mantan Presiden Donald Trump, yang berdampak langsung pada ketegangan antara kedua negara. Saat ini, Iran diyakini tengah berjuang mempertahankan diri dari ancaman eksternal.

Pernyataan Larijani dan Tanggapan terhadap AS

Dalam unggahan di platform X, Larijani menegaskan, 'Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat'. Pernyataan ini muncul pada tanggal 2 Maret 2026, dan berfungsi sebagai bantahan terhadap laporan yang menyebutkan bahwa ia ingin memperbarui dialog dengan AS melalui peran mediasi Kesultanan Oman.

Larijani juga secara tajam mengkritik kebijakan luar negeri AS yang dipimpin oleh Trump. Ia menekankan, 'Dengan tindakan khayalannya, ia mengubah slogan 'America First' menjadi 'Israel First', mengorbankan tentara Amerika untuk ambisi Israel yang haus kekuasaan'.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Konteks Serangan Militer AS-Israel

Sebelum pernyataan tersebut, Donald Trump mendorong rakyat Iran untuk mengubah pemerintahan mereka setelah serangan gabungan AS-Israel, yang mengakibatkan kematian beberapa pemimpin tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Dalam pidatonya, Trump menyatakan, 'Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk berani, gagah, dan merebut kembali negara Anda'.

Larijani menanggapi dengan menekankan bahwa saat ini bangsa Iran sedang membela diri dan berpendapat bahwa militer Iran tidak memulai agresi. Hal ini menunjukkan bahwa Iran tetap berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatannya di tengah ancaman eksternal.

Pernyataan dan Desakan dari Trump

Dalam pidatonya, Trump juga mendesak Garda Revolusi, militer, dan polisi Iran untuk menyerahkan senjata mereka dengan imbalan kekebalan penuh. Ia memperingatkan, 'Itu akan menjadi kematian yang pasti. Itu tidak akan menyenangkan', yang mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat antara kedua negara.

Kenyataan ini menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif antara iran dan AS, serta potensi risiko yang dihadapi oleh kedua belah pihak dalam situasi yang kian tegang.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU