Senin, 02 MARET 2026 • 14:26 WIB

Pembatalan Pengadaan Mobil Dinas oleh Gubernur Kalimantan Timur Ibarat Kemanusiaan Anggaran

Author

Pembatalan Pengadaan Mobil Dinas oleh Gubernur Kalimantan Timur Ibarat Kemanusiaan Anggaran

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, membatalkan rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar sebagai tindak lanjut atas kritik dan aspirasi publik yang berkembang.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Keputusan ini diumumkan melalui akun Instagram resminya pada 2 Maret 2023, mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk lebih efisien dalam penggunaan anggaran.

Respons Gubernur terhadap Aspirasi Masyarakat

Rudy Mas’ud menegaskan bahwa keputusan untuk membatalkan pengadaan mobil dinas tidak akan mempengaruhi pelayanan publik di Kalimantan Timur.

Dalam pernyataannya, dia menyatakan, "Kami ingin menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim memutuskan untuk membatalkan mobil dinas gubernur yang sebelumnya direncanakan," menegaskan pentingnya mendengarkan suara masyarakat.

Dia juga menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota

Permohonan Maaf Gubernur dan Penerimaan Kritik

Selain membatalkan rencana pengadaan, Rudy Mas’ud juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh rencana tersebut.

Ia mengungkapkan, "Di bulan yang penuh maghfirah, teriring permohonan maaf kami kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kaltim," menunjukkan komitmen terhadap keinginan masyarakat.

Permohonan maaf tersebut bertujuan untuk membuat masyarakat merasa dihargai, serta menjadikan kritik sebagai dorongan positif bagi kemajuan daerah.

Sorotan dari Kementerian Dalam Negeri dan KPK

Sebelum pembatalan, pengadaan mobil dinas ini menjadi perhatian dari Kementerian Dalam Negeri yang meminta agar proyek tersebut ditinjau ulang.

Kemendagri menggarisbawahi pentingnya efisiensi dalam belanja pemerintah daerah, senada dengan peringatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang mendorong penggunaan anggaran sesuai prioritas.

Hingga kini, Rudy Mas'ud belum memiliki mobil dinas baru dan tetap menggunakan mobil pribadinya untuk menjalankan tugas kedinasan, termasuk saat melakukan kunjungan kerja ke daerah yang terpencil.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU