Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 14:30 WIB

Penangkapan Pejabat Bea Cukai Terungkap setelah Penemuan Koper Berisi Uang Tunai

Author

Penangkapan Pejabat Bea Cukai Terungkap setelah Penemuan Koper Berisi Uang Tunai

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi penangkapan pejabat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang terlibat dalam praktik korupsi, setelah penemuan sejumlah uang tunai dalam koper.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Budiman Bayu Prasojo, Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan, ditangkap oleh KPK pada awal Februari 2026 dengan total uang yang ditemukan mencapai Rp 5,19 miliar.

Penggeledahan dan Penangkapan

Pada 13 Februari 2026, KPK melaksanakan penggeledahan di sebuah lokasi di Ciputat, Tangerang Selatan, yang berujung pada penemuan lima koper berisi uang tunai berjumlah Rp 5,19 miliar.

Budiman Bayu Prasojo, pejabat yang bersangkutan, ditangkap di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa lebih lanjut.

Asep Guntur Rahayu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, menjelaskan bahwa penggeledahan ini mengungkap bukti yang signifikan mengenai praktik penyimpangan dalam institusi tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Uang Disimpan dalam Safe House

KPK menemukan bahwa uang hasil korupsi disimpan dalam lokasi yang dikenal sebagai 'safe house', yang seharusnya difungsikan untuk tujuan publik.

Asep Guntur menegaskan, setelah penangkapan Budiman, dia menginstruksikan timnya untuk membersihkan lokasi yang terlibat dalam penyimpanan uang tersebut.

Penggeledahan di dua lokasi safe house tersebut mengungkap uang dalam berbagai mata uang, termasuk rupiah, yang diakumulasikan sejak tahun 2024 hingga 2026.

Penyalahgunaan Dana untuk Pembelian Mobil

Dana yang berhasil dihimpun dari praktik korupsi diduga digunakan oleh Budiman untuk membeli mobil operasional, yang dibuktikan dengan adanya Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang ditemukan dalam koper yang disita.

Asep menyatakan bahwa uang tersebut juga ditemukan dalam mobil operasional, yang memudahkan pejabat untuk mengakses dana tanpa harus mengambil dari safe house.

Budiman kini berhadapan dengan sanksi hukum yang berlaku, sementara penyidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan korupsi yang lebih besar.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU