Bulan Ramadan menjadi waktu yang penuh berkah bagi umat Muslim, namun dapat menjadi tantangan bagi kesehatan beberapa individu.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Berdasarkan penelitian, sejumlah penyakit seringkali kambuh di bulan puasa, sehingga diperlukan langkah antisipasi agar tetap sehat.
Gangguan Saluran Pencernaan
Salah satu masalah kesehatan yang paling umum muncul selama Ramadan adalah gangguan saluran pencernaan, seperti maag dan asam lambung. Shinta A., seorang ahli gizi, menyatakan bahwa perubahan pola makan dan waktu berbuka yang tidak teratur dapat memicu gejala ini.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, penting untuk mengatur waktu makan dan menghindari makanan pedas atau berlemak saat berbuka. 'Mengonsumsi air yang cukup setelah berbuka bisa sangat membantu,' tambahnya.
Mengunyah makanan perlahan dan tidak berlebihan saat berbuka juga sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan. Cara ini membantu tubuh beradaptasi lebih baik dengan perubahan pola makan.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Kontrol Diabetes Selama Ramadan
Bagi penderita diabetes, bulan Ramadan bisa menjadi waktu yang penuh tantangan. Mengubah pola makan serta jam makan berpotensi mempengaruhi kadar gula darah.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. Rahmat S., merekomendasikan agar pasien diabetes memantau kadar gula darah secara rutin selama puasa. 'Menyesuaikan dosis obat sesuai kebutuhan sangat penting,' ujarnya.
Makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti sayur-sayuran dan biji-bijian, direkomendasikan sebagai pilihan yang baik. Menghindari makanan manis dan menyimpan camilan sehat untuk sahur juga dapat membantu menjaga stabilitas kadar gula darah.
Perhatian Terhadap Penyakit Jantung dan Kardiovaskular
Penyakit jantung menjadi perhatian utama, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit kardiovaskular. Dehidrasi dan pola makan yang kurang sehat dapat memperburuk kondisi ini.
'Sangat disarankan untuk menghindari makanan berlemak dan garam tinggi saat berbuka,' kata Ahli Jantung, Dr. Ninon L. Ia juga menekankan pentingnya mengonsumsi makanan segar dan memperbanyak sayuran.
Selain pola makan yang sehat, tetap aktif dalam batas wajar juga dianjurkan. Aktivitas ringan seperti berjalan dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap baik, bahkan selama bulan puasa.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: