Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 21:04 WIB

Waspadai Tanda-Tanda Hipoglikemia Saat Berpuasa

Author

Waspadai Tanda-Tanda Hipoglikemia Saat Berpuasa

Puasa merupakan ibadah penting dalam agama Islam, tetapi dapat berisiko bagi kesehatan beberapa individu. Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah hipoglikemia, di mana kadar gula darah menurun drastis.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Mengenali tanda-tanda hipoglikemia sangatlah penting untuk mengambil langkah yang tepat. Artikel ini membahas gejala yang muncul serta cara menanganinya saat menjalankan ibadah puasa.

Definisi Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan kondisi di mana kadar glukosa dalam darah berada di bawah 70 mg/dL. Penyebabnya dapat bervariasi, mulai dari pola makan yang tidak teratur hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

Ketika berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman, sehingga risiko mengalami hipoglikemia meningkat. Hal ini menjadi semakin penting bagi individu yang memiliki riwayat diabetes atau masalah metabolik untuk memperhatikan kondisi mereka.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Gejala Hipoglikemia Selama Puasa

Gejala hipoglikemia saat berpuasa bervariasi, tetapi umumnya ditandai dengan rasa lemas, keringat dingin, dan pening. Beberapa individu juga mengalami detak jantung yang cepat dan kebingungan.

Jika gejala tidak segera ditangani, situasi tersebut dapat memburuk dan berakibat pada kehilangan kesadaran. Penting untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda ini, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Penanganan Hipoglikemia Saat Puasa

Apabila mengalami gejala hipoglikemia saat puasa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula secara cepat. Gula cair seperti jus buah dapat menjadi pilihan yang efektif.

Setelah berbuka, disarankan untuk menghindari makanan yang terlalu berat dan lebih memilih makanan seimbang untuk menstabilkan kadar gula dalam darah. Jika gejala terus berlanjut, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU