Iran telah meningkatkan volume pemuatan minyak mentah ke kapal tanker di Teluk Persia sebagai langkah strategis menghadapi ancaman serangan dari Amerika Serikat.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Peningkatan ini dipandang penting mengingat risiko serangan yang berpotensi mengganggu akses Iran ke pasar minyak global.
Peningkatan Ekspor Minyak
Situs perdagangan global, Kpler, melaporkan bahwa ekspor minyak Iran dari Pulau Kharg, yang merupakan terminal utama untuk 90 persen minyak Iran, mencapai hampir 20 juta barel dalam periode 15 hingga 20 Februari.
Jumlah tersebut setara dengan lebih dari tiga juta barel per hari, meningkat signifikan dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya yang hanya 1,54 juta barel per hari selama tiga bulan terakhir.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Respons Negara Lain di Timur Tengah
Negara produsen minyak lain di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, juga mengambil langkah-langkah proaktif dengan meningkatkan produksi dan ekspor minyak sebagai langkah darurat jika terjadi serangan terhadap Iran.
Keputusan ini menunjukkan kekhawatiran yang meluas di antara negara-negara penghasil minyak di kawasan tersebut, di tengah ketegangan yang meningkat di hubungan internasional.
Ancaman dari Amerika Serikat
Presiden AS, Donald Trump, secara berulang mengancam untuk menyerang Iran jika negara tersebut tidak mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.
Trump menekankan bahwa pengayaan uranium Iran harus berkurang hingga mendekati nol, dan memerlukan pembatasan ketat terhadap produksi rudal Iran.
Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: