Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi dengan 58 kali letusan terdeteksi dalam satu hari. Pada tanggal 26 Februari 2026, pemantauan mencatat lontaran material pijar mencapai sejauh 300 meter dari kawah gunung.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Amplitudo letusan berkisar antara 8.6 hingga 21.2 mm, dengan durasi sekitar 33 hingga 47 detik. Tim Pos Pengamat Gunung Api terus memantau perkembangan situasi dan memberikan peringatan kepada masyarakat sekitar.
Detail Aktivitas Seismik
Pada 26 Februari 2026, Gunung Ile Lewotolok mengalami sebanyak 58 kali letusan, terdeteksi melalui alat seismogram. Amplitudo letusan tercatat antara 8.6 hingga 21.2 mm, menunjukkan aktivitas seismik yang signifikan.
Stanislaus Ara Kian, petugas pos pengamat, melaporkan bahwa kolom erupsi mencapai tinggi antara 200 hingga 250 meter, dengan warna asap yang dikeluarkan hanya bercampur kelabu dan hitam. Pemantauan intensif sedang dilakukan untuk mengevaluasi dampak lebih lanjut dari erupsi ini.
Selama periode yang sama, 121 kali gempa embusan juga teramati dengan amplitudo berkisar antara 1.9 hingga 11.8 mm. Gempa ini berlangsung selama 29 hingga 43 detik, menandakan aktivitas geologi yang abnormal pada gunung.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Peringatan Keselamatan bagi Masyarakat
Stanislaus mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki radius dua kilometer dari pusat gunung sebagai langkah pencegahan. Ancaman guguran lava dan awan panas dapat terjadi, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.
Alat pelindung seperti masker dan pelindung mata disarankan agar digunakan oleh warga. Selain itu, tempat penampungan air bersih perlu ditutup agar tidak terpapar oleh abu vulkanik yang dapat berbahaya bagi kesehatan.
Otoritas lokal terus berkoordinasi dengan masyarakat untuk memberikan informasi terkini dan penting mengenai risiko yang mungkin ada.
Status Aktivitas dan Tindakan Mitigasi
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada level II, atau dalam status waspada. Status ini mencerminkan hasil pengamatan dan protokol keselamatan yang disosialisasikan kepada warga.
Langkah-langkah pencegahan telah diambil, termasuk patroli dan memberikan informasi yang relevan kepada masyarakat dari Pos Pengamat Gunung Api. Pembaruan informasi akan terus diberikan untuk menjaga keselamatan warga.
Diharapkan masyarakat tetap tenang dan mematuhi instruksi dari pemerintah serta lembaga terkait dalam mengatasi situasi ini.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: