Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 20:25 WIB

Otoritas Palestina Buka Kantor Penghubung untuk Koordinasi dengan Board of Peace

Author

Otoritas Palestina Buka Kantor Penghubung untuk Koordinasi dengan Board of Peace

Otoritas Palestina (PA) telah resmi membentuk kantor penghubung guna memperkuat koordinasi dengan Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Kantor yang dipimpin oleh Perdana Menteri Palestina, Mohammad Mustafa, bertujuan untuk memfasilitasi usaha mencapai stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut.

Pembentukan Kantor Penghubung

Wakil Presiden Palestina, Hussein Al Sheikh, mengumumkan pembentukan kantor penghubung tersebut pada Sabtu (21/2) dalam surat kepada Perwakilan Tinggi BoP untuk Gaza, Nickolay Mladenov.

Dalam suratnya, Al Sheikh menulis, "Dengan ini kami secara resmi memberitahukan kepada Anda bahwa Otoritas Palestina telah membentuk Kantor Penghubung di bawah kepemimpinan Yang Mulia Dr Mohammad Mustafa, Perdana Menteri Palestina."

Langkah ini menunjukkan keseriusan Otoritas Palestina dalam menciptakan jalur komunikasi yang lebih terbuka dengan BoP demi mencapai tujuan bersama di Jalur Gaza.

Komitmen terhadap Rencana Damai Trump

Al Sheikh menjelaskan bahwa pembentukan kantor penghubung ini sejalan dengan komitmen PA untuk melaksanakan 20 poin dari Rencana Damai yang diusulkan oleh Presiden Trump.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Dia menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk memberikan harapan bagi rakyat Palestina dalam mencapai negara merdeka yang diakui secara internasional, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

"Ini adalah langkah-langkah transisi nyata yang akan berkontribusi untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina, serta menyediakan layanan keamanan dan pemerintahan," ungkap Al Sheikh.

Dampak Terhadap Stabilitas di Gaza

Al Sheikh menekankan pentingnya langkah-langkah ini dalam menciptakan stabilitas di Gaza dan Tepi Barat.

Ia menjelaskan bahwa tindakan ini harus dilakukan tanpa menciptakan dualitas pemerintahan yang membingungkan bagi rakyat di kedua wilayah tersebut.

"Seluruh komunikasi yang dilakukan dengan perwakilan BoP telah berlangsung dalam kerangka mendukung jalur politik pimpinan Trump," tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, ia percaya bahwa hal ini akan meningkatkan efektivitas pemerintahan dan keamanan bagi rakyat Palestina.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU