Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 16:31 WIB

Kim Jong Un Sinyalkan Kemungkinan Hubungan dengan AS, Tetap Tanggapi Negatif terhadap Korsel

Author

Kim Jong Un Sinyalkan Kemungkinan Hubungan dengan AS, Tetap Tanggapi Negatif terhadap Korsel

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengisyaratkan potensi pembentukan hubungan dengan Amerika Serikat sambil mempertahankan sikap antagonis terhadap Korea Selatan.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi

Dalam sebuah kongres Partai Buruh, Kim mengemukakan bahwa dialog dengan AS bisa dimulai jika Washington mengakui status negara Korea Utara.

Peluang Dialog dengan Amerika Serikat

Dalam kongres Partai Buruh baru-baru ini, Kim Jong Un memberikan sinyal positif untuk melakukan dialog dengan Amerika Serikat, asalkan AS menghormati konstitusi Korea Utara dan mencabut kebijakan permusuhannya.

"[Jika Washington] menghormati status negara kita saat ini sebagaimana diatur dalam Konstitusi dan menarik kebijakan permusuhannya, tidak ada alasan kita tak bisa berteman dengan baik dengan Amerika Serikat," ungkap Kim.

Hal ini mencerminkan keinginan Korea Utara untuk memperbaiki komunikasi dengan AS yang selama ini diwarnai ketegangan.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Sikap Permusuhan Terhadap Korea Selatan

Dalam pernyataannya, Kim Jong Un menekankan bahwa Korea Utara tidak memiliki urusan dengan Korea Selatan, yang dianggap sebagai entitas paling bermusuhan.

Ia menyatakan, "Korea Utara sama sekali tidak punya urusan dengan Korea Selatan, entitas yang paling bermusuhan dengannya, dan akan secara permanen mengecualikan Korea Selatan dari kategori warga negara."

Pernyataan ini mencerminkan sikap keras terhadap Seoul, sekaligus menyerukan agar Korea Selatan melepaskan segala keterlibatan demi keamanan.

Perkembangan Militer dan Program Nuklir

Kim Jong Un juga mengungkapkan kebutuhan untuk mengembangkan sistem senjata baru yang akan memperkuat kekuatan militer Korea Utara, termasuk rudal balistik yang dapat diluncurkan dari bawah laut.

Pakar studi Korea Utara, Yang Moo Jin, menilai bahwa Korut menunjukkan niat untuk menjalin hubungan dengan AS secara mandiri, tanpa melibatkan Korea Selatan.

Kim menekankan pentingnya status sebagai negara bersenjata nuklir, yang ia sebut sebagai jaminan bagi keamanan negara dan stabilitas regional, dengan mengatakan, "Status kita sebagai negara bersenjata nuklir memainkan peran penting dalam mencegah potensi ancaman musuh dan menjaga stabilitas regional."

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU