Korlantas Polri meluncurkan kampanye baru untuk mudik lebaran 2026 dengan tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor di kalangan masyarakat.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Fokus utama kampanye ini adalah menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan, dengan menggandeng generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjalankan disiplin berlalu lintas.
Fokus pada Keamanan dan Kedisiplinan
Korlantas Polri menekankan pengamanan mudik yang bersifat maksimal, mengutamakan sikap humanis dan profesional dalam pelaksanaan tugas. Pengamanan ini tidak hanya bergantung pada rekayasa lalu lintas dan pendirian pos pelayanan, tetapi juga melibatkan pemeriksaan administrasi kendaraan yang memadai.
Brigjen Pol Wibowo, Dirregident Korlantas Polri, menyoroti pentingnya kelengkapan dokumen seperti SIM dan STNK yang aktif. Dia menekankan, 'Kelengkapan ini juga mencakup kepemilikan BPKB yang valid serta kepatuhan terhadap registrasi dan identifikasi kendaraan.'
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Tanggung Jawab Moral dalam Berkendara
Menurut Wibowo, tertib administrasi kendaraan merupakan tanggung jawab moral bagi setiap individu pengguna jalan. Dengan memastikan bahwa kendaraan terdaftar dan sesuai regulasi, pengawasan serta perlindungan hukum dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Hal ini juga diindikasikan dapat mengurangi potensi konflik yang mungkin terjadi selama perjalanan. 'Kendaraan yang legal akan mempermudah penanganan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di perjalanan,' tambahnya.
Generasi Muda sebagai Agen Perubahan
Wibowo menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam kampanye ini, dengan menggarisbawahi bahwa makna 'Keluarga Bahagia' sangat relevan dalam konteks mudik. Perjalanan mudik adalah momen emosional yang berharga untuk berkumpul dengan keluarga, yang hanya dapat terwujud melalui disiplin dalam berkendara.
Ia juga mengajak edukasi digital yang melibatkan diskusi interaktif di platform signifikas Gen-Z. Melalui langkah ini, Korlantas Polri berharap kesadaran kolektif tentang administrasi ranmor menjadi gaya hidup baru dalam bersosialisasi. 'Kami ingin keselamatan menjadi kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,' tutup Wibowo.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: