Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 10:36 WIB

Kementerian Perdagangan Klarifikasi Isu Pembatasan Ritel Modern di Indonesia

Author

Kementerian Perdagangan Klarifikasi Isu Pembatasan Ritel Modern di Indonesia

Kementerian Perdagangan RI mengonfirmasi bahwa belum ada kebijakan final mengenai pembatasan ekspansi ritel modern di Indonesia, walaupun terdapat kemunculan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan perlunya koordinasi lebih lanjut, khususnya dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terkait isu ini.

Pembahasan Kebijakan dan Koordinasi

Dalam pernyataannya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa diskusi tentang ritel modern dan Koperasi Merah Putih sedang berlangsung. Ia berencana untuk melakukan komunikasi lebih lanjut dengan Menteri Desa, Yandri Susanto.

Menteri Budi menyatakan, "Saya dengan Pak Mendes tadi memang mau janji. Kan ada acara lain, sekalian saya mau nanya itu (terkait penyetopan ekspansi Alfamart-Indomaret). Seperti apa maksudnya."

Koordinasi antara kementerian ini diakui penting guna memperjelas arah kebijakan yang saat ini tengah diperdalam.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Regulasi Ritel Modern dan Zonasi

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menekankan bahwa aktivitas ritel modern saat ini sudah beroperasi dalam bingkai regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pengaturan zonasi ritel modern sepenuhnya diatur oleh pemerintah daerah.

Iqbal menjelaskan, "Zonasi kepada pemerintah daerah. Jadi untuk zonasi, misalnya 1 km di Serpong itu akan berbeda dengan 1 km di Indramayu."

Dia menambahkan bahwa perbedaan karakteristik sosial dan ekonomi daerah menjadi pertimbangan penting dalam menentukan zonasi, sehingga penerapan regulasi tidak bisa diseragamkan secara nasional.

Potensi Kemitraan dan Peran Koperasi

Iqbal juga menggarisbawahi potensi kemitraan antara koperasi desa dan ritel modern yang saat ini masih beroperasi di segmen berbeda. Sementara koperasi desa berfokus di daerah pedesaan, ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret lebih dominan di kawasan perkotaan.

Ia menambahkan, "Jadi saya pikir nggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan ritel modern."

Pentingnya kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal sekaligus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU