Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) telah mengumumkan dua belas nama yang diusulkan sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 yang akan datang.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Pemilihan ini didasarkan pada tingkat popularitas, rekam jejak, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus dan warga NU.
Daftar Kandidat Calon Ketua Umum PBNU
Wildan Efendy, peneliti dari Insantara, menjelaskan bahwa dua belas kandidat tersebut terbagi dalam empat klaster berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Klaster pertama terdiri dari internal PBNU dengan kandidat petahana, Yahya Cholil Staquf, serta Mohammad Nuh, Syaifullah Yusuf, dan Zulfa Mustofa.
Klaster kedua melibatkan tokoh dari PWNU, termasuk Abdul Ghaffar Razin, Abdul Hakim Mahfudz, dan Juhadi Muhammad. Klaster ketiga diisi oleh tokoh NU dan pesantren, dengan nama-nama seperti Imam Jazuli, Abdussalam Shohib, Yusuf Chudlori, dan Marzuqi Mustamar.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Terakhir, klaster tokoh politik dan pemerintahan mencakup nama-nama seperti Cak Imin, Nusron Wahid, dan Nasaruddin Umar. Semua kandidat memiliki rekam jejak yang diharapkan dapat mendukung dinamika kepemimpinan di PBNU.
Desakan untuk Perubahan Kepemimpinan
Aspirasi untuk pemilihan Ketua Umum PBNU yang baru sangat kuat datang dari pengurus wilayah dan cabang. Wildan menekankan bahwa 'desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU' menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nakhoda baru di tubuh PBNU.
Banyak warga NU menunjukkan perlunya perubahan kepemimpinan yang dianggap dapat merevitalisasi organisasi. Dukungan serta aspirasi warga menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Persiapan Muktamar ke-35 NU
Rapat pleno PBNU sebelumnya telah menyepakati bahwa Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026. Oleh karena itu, semua persiapan dan pengaturan terkait pemilihan Ketua Umum diharapkan dapat dilakukan dengan baik.
Penentuan jadwal ini menunjukkan keseriusan PBNU dalam mengantisipasi dan menyiapkan transisi kepemimpinan yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi organisasi dan masyarakat luas.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: