Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 16:05 WIB

Waspadai Lima Jenis Penyakit Menular Seksual yang Rentan Terjadi

Author

Waspadai Lima Jenis Penyakit Menular Seksual yang Rentan Terjadi

Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan isu kesehatan yang kerap kali terabaikan di masyarakat, namun dampaknya bisa sangat serius.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Di Indonesia, angka infeksi PMS terus mengalami peningkatan, membuat pentingnya pemahaman mengenai jenis-jenis PMS untuk tindakan pencegahan yang tepat.

Gonore (Kencing Nanah)

Gonore, dihasilkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, merupakan infeksi yang banyak ditemukan di masyarakat. Gejala umum yang muncul adalah nyeri saat berkemih dan keluarnya nanah dari organ genital.

Kondisi ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti tenggorokan dan rektum jika tidak diobati. Meskipun pengobatan dengan antibiotik umum dilakukan, resistensi antibiotik menjadi tantangan serius dalam penanganan gonore.

Meski lebih umum terjadi pada pria, wanita sering kali terinfeksi tanpa menunjukkan gejala, sehingga meningkatkan risiko penularan.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Klamidia

Klamidia adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan merupakan salah satu PMS yang paling umum. Banyak pengidap tidak merasakan gejala, sehingga risiko penyebarannya semakin besar.

Beberapa gejala yang dialami antara lain nyeri perut dan keluarnya cairan dari organ genital. Jika tidak ditangani, klamidia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infertilitas.

Pengobatan klamidia juga dilakukan dengan antibiotik, namun deteksi dini sangat penting agar mencegah komplikasi lebih lanjut.

Sipilis

Sipilis adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Treponema pallidum dan dapat memiliki beberapa fase. Gejala awal sering kali ditandai dengan luka tanpa rasa sakit pada area genital.

Jika tidak diobati, infeksi ini berpotensi mendatangkan komplikasi serius yang dapat memengaruhi jantung dan otak. Biasanya, pengobatan dilakukan dengan suntikan antibiotik.

Penting untuk melakukan pengobatan awal agar kerusakan permanen dapat dihindari.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU